Pertemuan The 12th Asia Pasific Conference on Tobacco or Health (APACT12th)
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Badung, balipuspanews.com – Setelah masalah sampah untuk dunia dalam acara World Clean Day yang akan digeber pada hari Sabtu (15/9), kini kepala  daerah yang suka merokok menjadi sorotan dalam pertemuan The 12th Asia Pasific Conference on Tobacco or Health (APACT12th) di Hotel Hilton, Nusa Dua, Bali.

“Ya acara ini sangat menginspirasi, hambatan terberat adalah komitmen pemimpin, kalau kepala daerahya perokok, ya gimana bisa daerahnya bebas dari bahaya rokok,” kata Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto usai pertemuan The 12th Asia Pasific Conference on Tobacco or Health (APACT12th) di Hotel Hilton, Nusa Dua, Bali.

Paling penting menurutnya komitmen antara stakeholder mulai dari pemerintah, dinas, anggota DPRD dan masyarakat.

Sementara itu  Menteri Kesehatan Indonesia, Prof Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek  mengatakan perokok di Indonesia pada usia 15-19 tahun terus mengalami peningkatan tiap tahunnya.

Tahun ini jumlahnya meningkat dua kali lipat atau sebesar 50,5 persen jika dibandingkan pada tahun 2016.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menekan hal itu. Salah satunya adalah melalui penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan pelarangan iklan rokok di ruang publik.

“Beberapa pemerintah daerah sudah melakukan kontrol. Jakarta, Kulonprogo, Bogor adalah contoh kota yang telah melarang iklan rokok di ruang publik,” ujarnya.

Ketua Center of Excellence for Tobacco Control and Lung Heallh (CTCLH) Universitas Udayana, I Made Kerta Duana juga mengakui kalau saat ini peningkatan perokok terus terjadi.

“Ya kita akui kalau negara kita belum bisa maksimal menangani masalah rokok,” katanya.

Terkait persoalan ini, pihaknya berharap agar dengan hajatan ini menjadikan pelecut bagi Indonesia untuk menanggulangi masalah rokok.

“Minimal generasi muda kita nantinya terbebas dari bahaya rokok,” ucapnya.

Dan diharapkan hajatan ini menjadi presure bagi pemerintah agar lebih peduli akan  bahaya rokok. (art/bpn/tim)

 

Advertisement

Tinggalkan Komentar...