Ilustrasi
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Negara, balipuspanews.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana akhirnya berkas perkara paman menghamili ponakan yang masih duduk di kelas VII SMP dinyatakan P-21 atau lengkap, setelah sebelumnya beberapa kali dikembalikan karena tidak ditemukan unsur bujuk rayu.

“Akhirnya berkas perkara kasus itu dinyatakan P-21 oleh pihak kejaksaan,” ujar Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak Agustinus Sooai.

Ia mengatakan penetapan berkas perkara kasus paman menghamili keponakan yang terjadi di Pekutatan itu dilakukan Kejaksaan setelah 13 hari berkas perkara diserahkan kembali oleh penyidik Polres Jembrana ke Kejari Jembrana.

Dalam berkas itu penyidik kembali tidak memasukan unsur bujuk rayu dalam kasus tersebut.

Menurut Yusak penyerahan terakhir berkas perkara itu dilakukan 13 hari lalu ke Kejaksaan dan dalam berkas itu tetap tidak memasukan unsur bujuk rayu karena menurutnya dalam UU perlindungan anak tidak diperlukan unsur suka sama suka atau unsur bujuk rayu dan atau unsur paksaan.

Sepanjang yang menjadi korban kejahatan sexual masih berstatus anak, pelakunya sudah bisa dipidana.

” Dengan dinyatakan P-21 atau lengkap berkas perkara itu maka kami segera melimpahkan tersangka dan barangbukti ke Kejaksaan, sehingga segera bisa disidangkan dan pelaku mendapatkan kepastian hokum,” ungkapnya.

Sebelumnya lantaran berulangkali dikembalikan oleh Kejaksaan karena tidak dimasukan unsure bujuk rayu mendapat sorotan dari Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali dan Komisi Nasional Perlindungan anak. Langkah dan prrtimbangan pihak kejaksaan tersebut bahkan sempat dianggap ganjil dan keliru serta dianggap tidak profesional melakukan penanganan lantaran kasus tersebut sudah jelas yang menjadi korban adalah anak dibawah umur. (nm/bpn/tim)

Tinggalkan Komentar...