Setelah Warga Binaan, Kini Kalapas IIB Singaraja Dilaporkan Terkonfirmasi Covid-19

Suasana Lapas Kelas II B Singaraja
Suasana Lapas Kelas II B Singaraja

BULELENG, balipuspanews.com – Kalapas IIB Singaraja dilaporkan terkonfirmasi Covid-19. Ini setelah hasil swabnya keluar bersama 30 warga binaan Lapas IIB Singaraja.

“Iya, yang positif Kepala Lapas sekarang sudah isolasi di Denpasar, dipindah tadi,” kata Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, Jumat (12/2/2021).

Sebelumnya dari 259 warga binaan dan pegawai yang menjalani tracing, 30 orang mengikuti test Swab. Hasilnya, 27 orang dinyatakan positif, 2 orang negatif, dan 1 orang belum keluar. Satu orang terakhir yang keluar hasil swabnya positif adalah Kalapas.

Disinggung soal skema penanganan terhadap 27 orang warga binaan yang sehari sebelumnya dinyatakan positif, Suyasa mengakui pihaknya telah melaksanakan koordinasi dengan Sekda Provinsi Bali terkait memindahkan para warga ke hotel tempat isolasi yang ada di Denpasar dan telah mendapat izin.

Baca Juga :  Pengelolaan Aset-aset Pemkab Buleleng Diminta Agar Dibuatkan KSP

Namun saat ini dari Kepala Lapas menyatakan belum berani membawa semua keluar dan memilih tetap menempatkan di tiga ruang Isolasi milik Lapas.

“Kalau skema di lapas saya (Suyasa) sudah koordinasi dengan Sekda Provinsi, sudah diizinkan. Namun Kalapas belum berani memindah,” ujarnya.

Suyasa yang juga menjabat Sekda Kabupaten Buleleng ini mengakui jika ada beberapa pertimbangan dari pihak lapas kenapa tidak berani membawa keluar warga binaan yang positif. Seperti dibutuhkan pengawalan ketat dengan jumlah petugas yang banyak, dan pertimbangan mengenai cukupnya personel yang akan mengawal.

“Itu pertimbangan-pertimbangan teknis di lapangan yang membuat Kepala Lapas masih belum memungkinkan untuk dibawa keluar dari lapas,” ungkapnya.

Baca Juga :  Serap Aspirasi Masyarakat, Bupati Sanjaya Berkantor di Desa Belumbang

Tak hanya itu untuk penanganan pasien nantinya rencana pihaknya masih koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Diskes) apalagi tempatnya berdekatan, sehingga nantinya akan mempermudah dalam penanganan baik yang menjani isolasi di Lapas maupun di RSUD Buleleng.

“Dengan tempat yang berdekatan jadi lebih memudahkan penanganan, kalau yang dirumah sakit kan tetap di jaga oleh petugas dari Lapas,” jelasnya.

Sementara saat dikonfirmasi Kepala Lapas Kelas IIB Singaraja Mut Zaini saat dikonfirmasi soal dirinya yang terkonfirmasi Covid-19, ia langsung menyampaiakan mohon doa agar cepat bisa pulih kembali.

“Mohon doa dan dukungannya ya, agar saya segera pulih,” tandasnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan