Rabu, Juli 24, 2024
BerandaJembranaSetiap Desa Adat di Jembrana Dapat 2 Ekor Babi

Setiap Desa Adat di Jembrana Dapat 2 Ekor Babi

JEMBRANA, balipuspanews.com– Menjelang Hari Raya Nyepi tahun Caka 1945, sehari sebelum upacara Melasti, Bupati Jembrana, I Nengah Tamba bersama Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna membagikan babi untuk desa adat se-Kabupaten Jembrana.

Sebanyak 128 ekor babi dibagikan secara simbolis oleh Bupati Tamba bersama Wabup Ipat kepada 64 Desa Adat mulai dari Kecamatan Pekutatan, Mendoyo, Jembrana, Negara, dan berakhir di Kecamatan Melaya, dengan pembagian 2 ekor babi untuk masing-masing desa adat.

Masing-masing babi yang dibagikan itu mencapai berat 90 Kg.

Menurut Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, pembagian babi ini merupakan komitmen pemerintah yang telah berjalan mulai tahun lalu untuk membantu umat hindu di Jembrana melaksanakan upacara melasti yang merupakan rangkaian hari Raya Nyepi.

“Ini tentu sebagai komitmen kita, ini sudah berjalan dua kali, tahun kemarin dan hari ini, kami harap dimanfaatkan dengan baik untuk upacara melasti, setelah melalui rangkaian melasti yang melelahkan, agar sesampainya di Pura ada yang disuguhkan untuk masyarakat,” kata Bupati Tamba usai penyerahan babi kepada Desa Adat.

BACA :  Gelar Seminar Integritas, KPU Minta PPK dan PPS Jaga Kerahasian Data Pemilih

Program tersebut akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Tahun 2022 diserahkan 1 ekor babi kepada desa adat dan tahun ini ditingkatkan menjadi dua babi per-desa adat.

“Seperti yang tyang (saya) janjikan dulu sekarang tambah satu ekor lagi, astungkara tahun depan ditingkatkan lagi, kami berjanji tahun depan bantuannya dua babi ditambah beras, astungkara,” ujarnya.

Pihaknya berharap umat Hindu dapat menjalani Catur Brata Penyepian sebagai rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi dan Tahun Baru Caka 1945 dengan sungguh-sungguh agar pelaksanaan brata panyepian setiap tahunnya terus ada peningkatan.

“Kepada seluruh umat Hindu dimanapun, khususnya di Jembrana agar benar-benar melaksanakan catur brata panyepian, kita hormati tradisi kita, semakin tahun harus semakin bagus, hargai betul-betul brata panyepian hanya satu kali dua puluh empat jam, mari kita mulat sarira,” harapnya.

Disisi lain, Bendesa Adat Sangkaragung, I Ketut Wardana mengatakan sangat terbantu atas pemberian bantuan dua ekor babi untuk menyambut rangkaian pelaksanaan hari Raya Nyepi dan juga atas perhatian pemerintah daerah yang sudah memberikan berbagai bantuan serta kemudahan dalam pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan.

BACA :  Gunakan Jalur Resmi, Hasan Basri Sebut Zero Cost untuk Calon Pahlawan Devisa

“Saya selaku bendesa merasa terbantu dan merasa diperhatikan dalam menyambut pelaksanaan Catur Brata Penyepian. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada bapak bupati dan wakil bupati serta pemerintah Kabupaten Jembrana yang sudah peduli kepada desa adat baik dalam pelaksanaan hari raya Nyepi, serta sudah dibantu dan dimudahkan untuk kegiatan lainnya, apalagi di hari ini sudah dibantu bahkan ditambah lagi satu babi dari tahun sebelumnya,” ujarnya.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular