18/01/2021, 6:39 PM
Beranda Bali Badung Setop Tradisi Kisruh PPDB, Pengamat: Pemerintah Jangan 'Memongol'

Setop Tradisi Kisruh PPDB, Pengamat: Pemerintah Jangan ‘Memongol’

ABIANSEMAL, balipuspanews.com-
Pengamat pendidikan I Made Gde Putra Wijaya mengungkapkan, kisruh saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berawal dari tahun 2017 lalu, kemudian seolah mentradisi ke tahun-tahun berikutnya.

Kekisruhan dipicu akibat lemahnya kajian Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) tentang PPDB di daerah-daerah. Sehingga Permendikbud ‘ala’ Jakarta dipaksakan berlaku di seluruh Nusantara yang wilayahnya sangat luas.

Yang masih hangat adalah kisruh PPDB 2019/2020. Meski telah berakhir pekan lalu, sejumlah masalah yang ditimbulkan olehnya tak serta merta hilang. “Sebenarnya kekisruhan sudah bisa diprediksi. Kami selaku pendidik sudah berulang kali menyampaikan saran tapi pemerintah seolah ‘memongol‘ alias pura-pura tuli,” keluh Putra Wijaya ditemui di Denpasar, Rabu (17/7).

Putra berharap kekisruhan tidak menjadi tradisi. Karenanya ia sedini mungkin memberikan peringatan. Sejumlah solusi diajukan guna memadamkan kisruh PPDB yang telah berlangsung hampir tiga tahun ke belakang.

Ketua YPLP PGRI Badung ini menilai perbaikan parameter wajib dilakukan dalam sistem PPDB. Dalam pandangannya, jalan terbaik adalah dengan menggunakan kembali nilai ujian nasional (NUN) sebagai salah satu parameter penerimaan siswa baru.

“PPBD tahun ini carut-marut karena tidak ada parameter jelas, tidak ada tolok ukur, sehingga perlu adanya alat ukur yang pasti dan jelas, dan saya tak memiliki pandangan lain selain menggunakan NUN sebagai bagian dari parameter penerimaan siswa,” katanya.

Ia mengkritisi, konsep zonasi yang diterapkan dalam PPDB tahun ini setidaknya memiliki tiga kelemahan, dan jauh dari semangat “menghilangkan kasta sekolah” sebagaimana cita-cita awalnya. Pertama, akibat sistem zonasi, calon siswa diamati akan berbondong-bondong mencari tempat tinggal terdekat dengan sekolah yang diinginkan.

“Kedua, anak tidak akan punya motivasi belajar lagi. Kalau rumahnya sudah dekat, ia sudah pasti dapat sekolah negeri. Jika begini, bagaimana kualitas yang akan dihadirkan? Ketiga, saya amati ada daerah blank spot, daerah yang tak akan pernah terjangkau oleh sekolah meski dalam zonasinya, sebab radiusnya lebih jauh ketimbang daerah lainnya,” jelasnya.

Ia menilai anggapan jika penggunaan NUN sebagai parameter penerimaan siswa akan memicu ketidakjujuran dalam pelaksanaan UN hanyalah sebuah anggapan yang semestinya tak dapat dijadikan dasar mengubah sistem PPDB. “Itu hanya anggapan-anggapan, zonasi yang katanya akan menghapus kasta sekolah ini pun juga sebuah anggapan kan?,” tegasnya.

Jika pemerintah ingin konsen memeratakan kualitas pendidikan, ia menilai hendaknya lebih melihat ketersediaan dan daya tampung sekolah, termasuk menggandeng seluruh stake holder memajukan pendidikan di Indonesia. “Untuk menjamin mutu, sekolah negeri jangan sampai overloading, tapi sekolah swasta tak dapat siswa.

Jadi, jangan hanya berfikir negeri, swasta juga dijadikan partner. Omong kosong semua anak-anak dapat diterima di sekolah negeri. Ke sekolah swasta juga perlu dukungan subsidi pendanaan melalui bos pendamping, sehingga bisa lebih murah,” pungkasnya.

Hal senada dinyatakan pengamat pendidikan Drs. Putu Karpika, M.Si. Menurutnya, revisi sistem harus segera dilakukan. “Sistem zonasi yang diberlakukan hanya terukur lewat pemerataan. Sedangkan kita di Bali dan secara nasional mestinya membuat standar kualitas yang digunakan untuk mengejar dan bersaing dengan negara tetangga,” katanya.

Ia sepakat jika sistem zonasi bisa mengurangi gambaran sekolah unggulan dan non unggulan. Namun, pihaknya juga tak menjamin dengan penerapan itu akan benar-benar menghapuskan kasta. Selain itu, kualitas hendaknya tidak hanya dipandang dari capaian hasil pembelajaran, tapi juga karakter, keahlian, dan kecerdasan-kecerdasan lain.

“Sistem ini belum bisa menjawab akan ada kesamaan kualitas. Sebab sekarang murid masuk, hasilnya nanti setelah mereka mengikuti pembelajaran, setelah tamat. Dan itu tidak bisa diukur oleh capaian NUN, karena ada aspek etika dan prilaku, tapi juga kualitas knowlegde,” pangkas dia. (bud/bpn/tim).

- Advertisement -

Nelayan Kaget Temukan Jasad Bayi Nyangkut di Tukad Rangda

DENPASAR, balipuspanews.com - Nelayan Segara Kodang bernama IWM,47, sedang memperbaiki mesin jukung miliknya yang rusak di Muara Tukad Rangda di Jalan Pemilasan, Banjar Suwung...

Mengaku Terlilit Utang, Pecatan TNI Ini Nekat Gasak Ponsel

MENGWI, balipuspanews.com - Diduga terlilit utang, pria berinisial NSR nekat mencuri ponsel milik Putu Eka Murdana, yang disimpan di kamarnya di Desa Anggungan, Mengwi,...
Balipuspanews TV
Video thumbnail
Pedoman Perayaan Tahun Baru
00:54
Video thumbnail
Kebiasaan Baru yang Diterapkan Ketika ke Museum
01:03
Video thumbnail
Tips Solo Travelling di Masa Pandemi
01:17
Video thumbnail
Tips Aman Menerima Paket di Masa Pandemi
00:42
Video thumbnail
#ingatpesanibu Selalu Menerapkan 3M
00:36
Video thumbnail
Tips Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi
01:21
Video thumbnail
Tips Ketika Keluar Rumah di Masa Pandemi
01:11
Video thumbnail
Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Anak Bermain di Taman Bermain
01:03
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berbelanja di Mall
00:47
Video thumbnail
Etika Bersin yang Benar
00:45
Video thumbnail
Nak Ubud Gelar Pasar Kaget, Sebagian Hasil Penjualan Didonasikan Bagi yang Terdampak Covid 19
03:03
Video thumbnail
Tips Aman ke Bank di Masa Pandemi
01:00
Video thumbnail
5 Waktu Penting Cuci Tangan Dengan Sabun
00:48
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Mengantri
01:03
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berwisata
00:54
Video thumbnail
Tips Menaiki Pesawat di Masa Pandemi
01:06
Video thumbnail
Hal-hal yang Mesti Diperhatikan Setelah Keluar Rumah
00:48
Video thumbnail
Gaya Hidup Sehat yang Bisa Diterapkan di Tengah Pandemi
01:03
Video thumbnail
Perlengkapan yang Wajib Dibawa Dalam Tas di Masa Pandemi
00:57
Video thumbnail
Protokol Kesehatan di Tempat Ibadah
00:57
Video thumbnail
Tips Berkendara di Masa Pandemi
01:12
Video thumbnail
3 Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berkunjung ke Suatu Tempat
00:47
Video thumbnail
Langkah Mencegah Kluster Keluarga
01:03
Video thumbnail
Panduan Menggunakan ATM di Masa Pandemi
01:22
Video thumbnail
Tanda Daya Tahan Tubuh Melemah
00:52
Video thumbnail
6 Jenis Salam Pengganti Jabat Tangan yang Populer di Masa Pandemi
00:55
Video thumbnail
Lindungi Lansia dari Covid-19
00:44
Video thumbnail
Tips Aman Nyoblos di Masa Pandemi
00:56
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Pergi Bekerja
00:56
Video thumbnail
Tips Menggunakan Kendaraan Umum di Masa Pandemi
01:05
Video thumbnail
Tips Aman Makan di Rumah Makan di Masa Pandemi
01:03
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Dihindari Saat Memakai Masker
00:50
Video thumbnail
Penggunaan Masker yang Benar
01:18
Video thumbnail
Tips Menjaga Imunitas Tubuh di Masa Pandemi
00:51
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berbelanja ke Supermarket
00:57
Video thumbnail
Tips Aman Berjualan di Masa Pandemi
00:45
Video thumbnail
Cara Mencuci Masker Kain Dengan Benar
02:25
Video thumbnail
Manfaat Menggunakan Masker Dengan Benar
00:45
Video thumbnail
Tips Aman Keluar Rumah di Masa Pandemi
00:56
Video thumbnail
Tips Aman Berbelanja di Pasar di Masa Pandemi
00:55
Video thumbnail
Protokol Kesehatan yang Harus Dilakukan Driver Taksi Online
00:56
Video thumbnail
Protokol Kesehatan yang Mesti Dipatuhi Driver Ojek Online di Masa Pandemi
00:56
Video thumbnail
Protokol Kesehatan Bagi Pekerja di Masa Pandemi
00:55
Video thumbnail
Tips Aman Menggunakan Taksi Online di Masa Pandemi Covid-19
00:54
Video thumbnail
Tips Aman Menaiki Ojek Online di Masa Pandemi
01:10
Video thumbnail
Tips Aman Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi
01:26
Video thumbnail
7 Langkah Mencuci Tangan Benar
01:09
Video thumbnail
Etika Bersin yang Benar
00:50
Video thumbnail
Etika Batuk yang Benar
00:51
Video thumbnail
Tips Aman Menerima Paket di Masa Pandemi
00:49
Member of