Jumat, Juni 14, 2024
BerandaNasionalSetwan DPRD Bali "Intip" Pola Penglolaan Sampah di Surabaya

Setwan DPRD Bali “Intip” Pola Penglolaan Sampah di Surabaya

SURABAYA, balipuspanews.com – Sekretariat Dewan Provinsi Bali, bersama Forum Wartawan Dewan (Forward) DPRD Provinsi Bali mengunjungi Kantor DPRD Jatim guna melihat langsung pola kemandirian mengelola sampah, atas keberhasilan Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim) dalam mengelola sampah yang telah menginspirasi sejumlah daerah, Rabu (16/6/2021).

Kepala Bagian Persidangan DPRD Provinsi Bali, I Gusti Agung Nyoman Alit Wikrama menerangkan, setelah melakukan pertemuan bersama Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Agus Sutjahjo, rombongan DPRD Bali langsung menuju pengelolaan sampah di Kelurahan Taman, Sidoarjo, Surabaya.

“Kita ingin memahami tentang tata kelola sampah, karena sampah masih menjadi masalah klasik, yang jika tidak dikelola, bisa jadi biang kerok,” ungkapnya dalam rapat, yang juga dihadiri Kasubag Dokumentasi, Informasi dan Publikasi Jatim, Ali Latifi.

Wirakrama mengungkapkan menemukan pola-pola pengelolaan sampah baru merupakan hal penting bagi Bali, mengingat Bali harus menjaga kebersihan lingkungan, terlebih Bali sebagai pandangan dunia karena Bali menjadi kunjungan wisatawan dari berbagai belahan dunia.

Selain mengandalkan pola pemilahan dari sampah plastik dan non plastik, sampah di Kota Surabaya juga dikelola untuk bahan batako dan bata ringan.

BACA :  Mahendra Jaya Paparkan Pola Pemprov Tangani Kemiskinan di Bali

“Ini patut dicontoh dan dikembangkan di Bali,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Lingkungan Hidup Jatim, Agus Sutjahjo, mengatakan Kota Surabaya akan membangun pengelolaan secara kolektif dengan membuat klaster Tempat Pengelolaan Terakhir (TPA) Regional.

Terkait rencana itu, pihaknya sedang menjalin kerjasama dengan tiga kecamatan.

“Kami ada 38 kecamatan, 39 Juta penduduk, dengan 0,5 kg sampah perorang,” ujarnya.

Keberhasilan pengelolaan sampah di Jawa Timur, kata Agus Sutjahjo, turut disuskseskan oleh pihak swasta melalui bantuan CSR dan komunitas-komunitas peduli lingkungan yang menitik beratkan terhadap pengelolaan sampah.

Selain itu, pola pemilahan sampah sebelum ke TPA juga mendulung suksesnya pengelolaan sampah dan dibantu kesadaran masyarakat yang tidak kalah penting terhadap pengelolaan sampah, serta sering diadakan lomba-lomba pengelolaan sampah di tingkat desa, sehingga dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap kepedulian pengelolaan sampah.

“Apabila pengelolaan sampah tidak kami lakukan dengan baik, maka permasalahan sampah menjadi pemasalah serius. Sehingga, Kami prioritaskan bagaimana sampah dipilah sejak awal. Jatim berat tantangannya memilah sampah. Program kami itu, Desa Berseri, desa rintisan dan pendampingan untuk proses pengelolaan sampah,” ujarnya.

BACA :  Puri Cempaka Bekas Rumah Bupati Candra Jadi Kantor Kejari Klungkung

Lebih lanjut dikatakan, setiap Desa akan diklasifikasi dari jenjang Mandiri, Madya dan Pratama. Warga dari desa itu akan didorong agar sadar pentingnya memilah sampah. Pesantren-pesantren ditergatkan agar bisa mengelola sampah. Apalagi, di Kota Surabaya cukup banyak Santri yang bermukim.

Selain pengelolaan sampah, pertemuan itu juga membahas sinergitas DPRD bersama media massa, baik media cetak, online maupun elektronik. Hal ini dipandang penting, mengingat peran media cukup strategis dalam menyuarakan aktifitas anggota dewan sebagai wakil rakyat.

Usai pertemuan di Sekretariat DPRD Jatim, rombongan Sekretariat Dewan Provinsi Bali, Forward langsung meninjau lokasi pengelolaan sampah di Jatim yang sukses mengelola sampah dengan pemilahan sampah sebelum diangkut ke TPA.

Penulis: Budiarta

Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular