Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama didampingi Ketua Bapemperda I Ketut Tama Tenaya.
Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama didampingi Ketua Bapemperda I Ketut Tama Tenaya.
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com- Korban PT. Solid Gold Berjangka (SGB) kembali datang ke gedung Dewa Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali untuk duduk bersama dengan para wakil rakyat, yang mempertemukan nasabah dengan pihak SGB. Namun kali ini kembali dari pihak SGB mangkir datang padahal sudah dilayangkan surat namun tidak digubris.

Selaku Wakil Rakyat, jalan yang ditempuh sebagai fasilitator adalah mempertemukan kedua belah pihak, antara korban dengan pihak SGB,” kata Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama usai rapat dengan korban SGB di kantor DPRD Bali.

Sebelumnya pihak SGB sudah disurati untuk datang duduk bersama dengan para nasabahnya di Kantor DPRD Bali pada Kamis (10/19/2019). Namun saat itu juga tidak datang.

“Tidak datang, sebagai wakil rakyat tidak bisa dipermainkan begitu saja, main-main wakil rakyat, berhadapan dengan rakyat bali,” tegas Wiryatama, Senin (14/10/2019).

Politisi PDIP ini mengungkapkan, sebagai wakil rakyat wajib hukumnya untuk memfasilitasi rakyat Bali yang mengadu atas kejadian seperti ini. Sebelumnya Komisi II sudah sempat menerima korban SGB, bahkan sudah tiga kali.

Atas kejadian mangkirnya pihak SGB, dewan Bali tidak akan diam begitu saja, dalam waktu dekat pihaknya akan bersurat guna mengagendakan segera.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) I Ketut Tama Tenaya mengungkapkan, PT. SGB ini izinnya baru diurus di Jakarta, sebenarnya karena berada di Bali, wajib hukumnya melapor disini.
” Sekarang ini, SGB tidak melapor di dinas terkait di Bali,” jelasnya.

Bukan kali ini saja pemanggilan dilakukan Dewan Bali, pemanggilan sudah yang kedua. Tidak sekedar
bersurat, pihak SGB juga sudah dihubungi namun pimpinan sedang berada di luar negeri.

“Ketika kami hubungi pimpinan SGB dikatakan berada di Thailand,” paparnya.

Perjuangan untuk rakyat Bali tidak berhenti sampai disini, sebelum bisa bertemu antara pihak SGB dengan nasabahnya atau para korban.

“Saya tantang kapan bisa hadir, saya akan tunggu. Mau ga mau, kami tetap akan memperjuangkan rakyat bali,” tegas politisi PDIP asal Tanjung Benoa, Badung. (bud/bpn/tim).