Ilustrasi New normal (foto.ayobekasi.com)
Ilustrasi New normal (foto.ayobekasi.com)

BULELENG, balipuspanews.com – Peran desa adat terkait persiapan tatanan kehidupan era baru mulai terlihat.

Sebanyak 169 desa adat dibawah naungan Majelis Desa Adat Kabupaten Buleleng bahkan sudah siap dalam menerapkan sebuah perarem untuk mengatur beberapa hal tentang pengendalian dan pencegahan Covid-19

Bahkan para Bupati termasuk Walikota se-Bali sudah sepakat melaksanakan protokol tatanan kehidupan era baru atau new normal, yang akan diberlakukan di Bali mulai 9 Juli 2020.

Terkait hal tersebut Gubernur Wayan Koster meminta seluruh desa adat di Bali menerapkan sebuah Perarem atau peraturan adat yang nantinya akan mengatur protokol tatanan kehidupan era baru dalam rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali.

Ketua Majelis Desa Adat Kabupaten Buleleng Dewa Putu Budarsa menyebutkan terkait hal tersebut dari keseluruhan 169 desa adat di Buleleng bahkan sudah siap dalam penerapan Perarem tersebut.

Perarem tersebut nantinya mengatur beberapa hal tentang pengendalian dan pencegahan Covid-19, terutama terkait kewajiban seluruh masyarakat menggunakan masker.

Selain itu penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pembatasan kegiatan berbasis Desa Adat, penanganan warga terpapar, dan sanksi.

Melalui adanya Perarem yang mengatur penerapan protokol kesehatan di masing-masing wilayah desa adat ini, pihaknya berharap penyebaran Covid-19 bisa ditekan.

Terlebih instrumen hukum adat berupa perarem tersebut sangat dihormati oleh krama desa adat.

“Sudah siap. Terkait Peraremnya seluruh desa adat di Kabupaten Buleleng sudah selesai. Proses pengajuannya dilakukannya secara daring kemudian bukti fisiknya sudah ada di MDA Provinsi Bali. Ini akan terus kami kontrol lewat Satuan Tugas (Satgas) Gotong Royong berbasis desa adat. Kami di MDA juga tetap sewaktu-waktu melakukan monitoring di masing-masing desa,” ungkapnya Rabu (8/7/2020).

Lanjut Putu Budarsa, mengatakan nantinya seluruh relawan Satgas Gotong Royong sebagai ujung tombak pencegahan Covid-19 akan tetap terlibat penuh mengawal penerapan tatanan kehidupan era baru.

Bahkan untuk meng-cover seluruh wilayahnya, satu desa adat bisa memiliki empat hingga enam Satgas yang disebar di sejumlah titik.

Sehingga pihaknya kemudian meminta kepada krama desa adat di seluruh Buleleng untuk tetap waspada saat menjalani aktivitas di tatanan kehidupan era baru ini.

“Karena aturan belum dicabut oleh pemerintah dan MDA Provinsi, jadi Satgas Gotong Royong Desa Adat tetap melakukan tugasnya. Namun sekarang dipusatkan jadi satu di kantor kelian desa adatnya atau di balai banjarnya,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan

Facebook Comments