Siap-siap 22 Ribu Lebih Masyarakat Kurang Mampu Akan Terima Bantuan STB

Kadis Kominfosanti Kabupaten Buleleng Ketut Suarmawan
Kadis Kominfosanti Kabupaten Buleleng Ketut Suarmawan

BULELENG, balipuspanews.com – Setelah dilakukan proses validasi selama dua hari oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng.

Sebanyak 22 ribu lebih masyarakat kurang mampu yang dinyatakan masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) akan menerima bantuan Set Top Box (STB) TV Digital oleh Pemerintah Pusat.

Kadis Kominfosanti Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan menyampaikan bahwa sesuai dengan validasi data terbaru yang dikirim pada akhir Juli kemarin. Tercatat ada 22 ribu lebih masyarakat kurang mampu di Buleleng yang akan mendapat bantuan STB tersebut.

Meski akan ada bantuan STB, dirinya tidak menampik jika sampai sekarang masih ada beberapa titik mengalami blank spot di Wilayah Kabupaten Buleleng dikarenakan topografi yang berbukit.

“Memang terdapat beberapa titik mengalami blank spot, namun kami tengah bersiap mengatasi hal itu dengan pembangunan tower oleh Pemerintah Provinsi Bali di daerah Desa Pegayaman,” terangnya saat ditemui, Senin (8/8/2022).

Disisi lain, Suwarmawan mengajak seluruh masyarakat untuk segera beralih dari TV analog menuju TV digital supaya bisa terus mendapatkan siaran yang lebih bersih, jernih dan tidak diacak.

Dirinya pun menegaskan kembali bahwasannya peralihan menuju TV digital murni untuk masyarakat agar kualitas siaran TV yang ditonton lebih baik daripada TV analog.

“Kalau masih pakai parabola kendalanya banyak karena frekuensi siaran sering berubah, apalagi diacak pada siaran channel tertentu. Lain halnya dengan TV digital yang siarannya lebih bersih, jernih dan tidak diacak,” sebutnya.

Kemudian berkaitan dengan teknisnya, Kadis Suwarmawan menerangkan tidak semua TV jenis Smart TV dapat langsung mengakses siaran tv hanya dengan tambahan perangkat antena. Terdapat kualifikasi khusus, yakni harus terdapat menu DTV atau digital TV.

“Kualifikasi TV yang tidak memiliki menu DTV, maka wajib menambah perangkat STB dan juga antena. Masyarakat pun tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli receiver baru akibat frekuensi siaran berubah-ubah dan diacak seperti siaran bola,” ujarnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan

Redaksi | Pasang Iklan | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik | Privacy Policy | Copyright | About Us
Member of
Exit mobile version