Motor Samsat Kerti
Motor Samsat Kerti

DENPASAR, balipuspanews.com –
Mulai 10 Juni 2019, bagi wajib pajak (WP) yang belum membayar pajak kendaraan akan dijemput ke rumah melalui inovasi dari Bapeda Provinsi Bali “Samsat Kerti” yaitu samsat kerumah tinggal.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali melalui UPTD samsat se-Bali yang berjumlah 9, membuat terobosan baru “Samsat Kerti” (Samsat Kerumah Tinggal) petugas akan datang ke rumah wajib pajak yang belum taat pajak atau belum membayar pajak kendaraan. Demikian disampaikan Kepala UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Bali, Putu Sudiana, S.Sos, saat ditemui di kantornya, di Denpasar.

“Kami akan datangi wajib pajak kerumahnya, wajib pajak bisa membayar langsung, dengan sistem aplikasi tersendiri seperti E-Samsat. Wajib pajak bisa membayar langsung kepada petugas dan akan mendapat bukti berupa kitir, dalam jangka waktu 1 bulan, terhitung saat di kunjungi kerumah tinggal, wajib pajak boleh langsung membayar dengan datang ke kantor samsat, atau boleh menitipkan STNK kepada pegawai, dan nantinya akan dikembalikan ke rumah tinggal bersangkutan,” jelasnya.

Sudiana menerangkan masyarakat akan dilayani dengan baik, karena keberhasilan pembangunan di Provinsi Bali berasal dari rakyat berupa pajak. Seperti diketahui, di Provinsi Bali 85 persen PAD bersumber dari pembayaran pajak kendaraan bermotor.

“Kami di Denpasar sudah menyiapkan 2 kendaraan motor, berupa kendaran khusus Samsat Kerti dan petugasnya,” imbuhnya.

Pemerintah tak henti-hentinya berinovasi, berbagai inovasi telah ditelorkan Pemerintah, mulai dari samsat keliling dan yang teranyar kini berupa Samsat Kerti yang akan dilaksanakan serentak se-Bali.

Melihat tingginya jumlah WP yang belum taat pajak atau nunggak pajak dan demi keberhasilan pembangunan di Bali, Samsat Kerti akan dioptimalkan guna menyukseskan pembangunan Bali berkelanjutan.

“Sebenarnanya inovasi ini bukan karena tunggakan saja, terlebih ini sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, karena dari masyarakat, PAD Provinsi Bali berasal dari pajak ranmor,” bebernya saat ditemui di Kantor UPTD Pajak dan Retribusi Daerah, saat cuti bersama hari kedua, Selasa, (4/6).

Lebih jauh Sudiana menjelaskan, Samsat Kerti ini berbeda dengan Samsat keliling. Kalau samsat keliling berupa samsat dalam mobil ditempatkan di pos-pos tertentu dan berpindah-pindah. Misalnya di kantor camat, pasar, terminal. Sedangkan Samsat Kerti kunjungan ke rumah tinggal wajib pajak.

“Ke pelosok- pelosok akan kami cari asalkan motor kami bisa masuk,” tegasnya.

Dari data tercatat sebanyak 41 ribu WP di kota Denpasar yang belum memenuhi kewajiban atau nunggak pajak. Dari jumlah tersebut, didominasi oleh wajib pajak kendaraan roda dua.

Untuk menjemput WP, petugas yang turun langsung ke rumah WP sudah disiapkan, lengkap dengan aplikasi canggih, termasuk saldo disiapkan melalui E-Banking. Sudah disiapkan saldo 10 juta dan setelah memungut dana akan disetor kembali melalui rekening kantor masing-masing.

“Untuk target, kami akan bekerja semaksimal mungkin, petugas kami akan bekerja dari pagi sampai sore hari dilapangan kerumah wajib pajak yang nunggak pajak,” Sudiana memungkasi. (bud/bnp/tim).