Siapkan Perempuan Hadapi Tantangan tahun 2023, XL Axiata Gelar FWP

(Ki-ka) Disability Womanpreneur, Nicky Clara, Group Head Corporate Communication XL Axiata, Retno Wulan, Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata, Feby Sallyanto dan Founder Button Scarves, Ibu Linda Anggrea dalam acara Peluncuran Sisternet Festival Webinar Pintar 2022 di Jakarta, Jumat (9/12/2022)
(Ki-ka) Disability Womanpreneur, Nicky Clara, Group Head Corporate Communication XL Axiata, Retno Wulan, Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata, Feby Sallyanto dan Founder Button Scarves, Ibu Linda Anggrea dalam acara Peluncuran Sisternet Festival Webinar Pintar 2022 di Jakarta, Jumat (9/12/2022)

JAKARTA, balipuspanews.com
Melalui program Sisternet, PT XL Axiata Tbk,  kembali menggelar Festival Webinar Pintar (FWP), pada 9-10 Desember 2022. Kegiatan berupa pelatihan ini bertujuan untuk menyiapkan para perempuan pemilik UMKM di Indonesia untuk dapat menghadapi tantangan yang akan terjadi di tahun 2023, sekaligus juga memberikan informasi mengenai berbagai peluang yang ada melalui kelas-kelas pelatihan yang dibutuhkan.

Lebih dari 3.000 peserta yang berasal dari berbagai daerah akan mengikuti webinar dan workshop secara hybrid ini. Program Festival Webinar Pintar 2022 ini mendapatkan dukungan dari Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, mengatakan, melalui program Sisternet, XL berkomitmen untuk mendukung perempuan Indonesia memiliki hak yang sama dengan laki-laki terutama dalam bidang digital teknologi dan harus memiliki kemampuan literasi digital agar siap menghadapi kondisi ekonomi yang tidak mudah saat ini.

Karenanya, kegiatan ini menjadi sarana kami untuk membekali teman-teman perempuan pemilik UMKM melalui pelatihan-pelatihan yang relevan dan sesuai kebutuhan agar mereka lebih tangguh dan tetap mampu memanfaatkan potensi dan peluang yang ada di tahun 2023.

Dian menambahkan, sejak awal kemunculannya di tahun 2020, pandemi Covid-19 telah banyak memberikan dampak di hampir seluruh sektor dalam kehidupan.

Ditambah terjadinya krisis politik di sejumlah negara, perekonomian dunia kini terpuruk dan terancam terjadi resesi ekonomi yang berdampak ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Salah satu hal yang dikhawatirkan adalah menurunkan tingkat daya beli masyarakat. Semua itu sedikit banyak akan berpengaruh pada kinerja bisnis UMKM, yang turut menjadi perhatian XL Axiata.

Dalam acara Festival Webinar Pintar 2022 ini, XL Axiata menyediakan 15 kelas pelatihan untuk para pelaku UMKM melalui webinar gratis dengan pembicara sebanyak 25 ahli. Para pembicara tersebut antara lain adalah Ligwina Hananto, Analisa Widyaningrum, Linda Anggrea, Nicky Clara, serta UKM Binaan Sisternet.

Topik dan materi pelatihan UMKM dalam Festival Webinar Pintar ini secara umum mengenai manajemen bisnis yang akan menjadi trend di tahun 2023.

Secara lebih detail, materi pelatihan mencakup digital marketing, personal and product branding, inovasi produk, pengelolaan finansial, perilaku pelanggan, kemasan produk, foto produk, dan sertifikasi.

Sementara Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengapresiasi kegiatan ini yang menyasar ke kalangan perempuan pengelola UMKM.

Diharapkan melalui forum ini dapat memfasilitasi kolaborasi antara pemangku kepentingan dalam membangun lingkungan yang kondusif bagi para perempuan dalam mendukung ekonomi Indonesia.

Dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang saat ini terjadi, penting bagi semua pihak untuk semakin erat dalam membangun sinergi ekonomi.

“Perlu bagi kita semakin mengenali dan menggali potensi dan kekuatan yang dimiliki oleh perempuan. Bahwa di tengah pelambatan ekonomi, masyarakat dapat bertahan karena kegiatan ekonomi yang digerakkan oleh perempuan pelaku UMKM,” jelas Menteri asal Bali ini.

Bintang menyebut, berdasarkan data BPS 2021, persentase pengguna internet perempuan 2021 sebesar 47,08 persen sedangkan laki-laki 52,52 persen, dan secara umum presentase perempuan yang memiliki telepon seluler sebesar 60,58 persen lebih rendah dari laki-laki.

“Jumlah perempuan yang lulus dari STEM tingkat tinggi di Indonesia juga hanya 37 persen dibandingkan 63 persen lulusan laki-laki,” sambungnya.

Apresiasi senada disampaikan Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki terkait kegiatan menyasar ke kalangan perempuan pengelola UMKM. Menurutnya, program pelatihan dari XL Axiata dan Sisternet ini sangat sesuai dengan fakta bahwa 64,5% UMKM di Indonesia dijalankan oleh perempuan.

Pemerintah, lanjut Masduki, sedang menciptakan ekosistem yang baik tentang kewirausahaan nasional dengan target 1 juta wirausaha mapan baru di tahun 2022 ini.

“Semoga upaya ini bisa menjadi semangat sinergi yang sama dengan XL Axiata beserta seluruh pemangku kepentingan. Saya menyambut baik kick-off pelatihan ini yang sekaligus kampanye 1 juta womenpreneur  Indonesia agar bisa go digital dan naik kelas di tahun 2023,” pungkas Menteri Teten.

Penulis : Budiarta
Editor: Oka Suryawan