Senin, Juni 17, 2024
BerandaJembranaSidak Duktang, Temukan Pasangan Kumpul Kebo

Sidak Duktang, Temukan Pasangan Kumpul Kebo

JEMBRANA, balipuspanews.com– Tim gabungan Kelurahan Gilimanuk, kembali melakukan sidak terhadap penduduk pendatang (Duktang). Dari sidak yang dilaksanakan Senin (15/1/2024) itu, selain menemukan duktang yang administrasi kependudukannya tidak lengkap juga ditemukan pasangan muda yang kumpul kebo.

Sidak duktang yang dilakukan kali ini menyasar rumah-rumah kos di Lingkungan Asri. Tim gabungan yakni Bhabinkamtibmas, kasi trantib, kasi pemerintah kelurahan Gilimanuk, ketua LPM dan anggotanya serta Kordinator dan anggota linmas dan kepala Lingkungan Asri memeriksa setiap penghuni kos.

Mereka diminta menunjukan identitas, surat lapor diri dan surat keterangan penduduk non permanen. Dari penyisiran yang dilakukan terjaring duktang yang tidak melapor ke RT atau kaling dan tidak memiliki Surat Keterangan Penduduk Non Permanen.

Ada 7 orang yang terjaring, terdiri dari 3 orang laki-laki dan perempuan sebanyak 4 orang.

Tim juga menemukan pasangan lawan jenis dalam satu kamar kos tanpa status perkawinan yang sah atau pasangan kumpul kebo. Mereka adalah SF, 19, dengan IF, 20, asal Wongsorejo, Banyuwangi.

BACA :  Pemerintah Godok Aturan Perlindungan Ojol, Ini Masukan Konkrit Ketua DPD RI

Oleh petugas ke dua pasangan ini dan duktang yang terjaring diarahkan utk ke kantor Lurah Gilimanuk untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.

Lurah Gilimanuk, IB. Tony Wirahadikusuma, mengatakan bahwa siapapun boleh datang ke Gilimanuk, namun yang penting tujuannya jelas, begitu juga identitasnya.

“Kami melaksanakan sidak bertujuan untuk mendata jumlah duktang yang ada di Gilimanuk sekaligus menjaga situasi Kamtibmas agar situasi di Gilimanuk tetap kondusif apalagi menjelang Pemilu,” ungkapnya.

Untuk pasangan diluar nikah lurah menyarankan agar tidak lagi mengajak atau memasukan pasangan yang belum sah ke kamar kos.

“Kami banyak mendapat laporan warga karena mereka merasa risih melihat oknum duktang yang biasa keluar masuk kamar dgn pasangan yang bukan suami atau istrinya yang sah, mengingat lokasi rumah kos berada di pemukiman padat penduduk,” tandasnya.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular