Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar Eko Supriadi (baju putih) menunjukkan titik ambrol di Pasar Badung, Senin (9/12).
Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar Eko Supriadi (baju putih) menunjukkan titik ambrol di Pasar Badung, Senin (9/12).

DENPASAR, balipuspanews.com- Pasar Badung yang menjadi ikon Kota Denpasar sebagai pasar tradisonal dengan penataan moderen yang secara resmi diresmikan oleh Presiden Jokowi (22/3/2019) kini ditinjau terkait kondisi fisik bangunan dengan limit waktu masa pemeliharaan tinggal sekitar tiga minggu.

Dalam tinjauan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Denpasar yang dipimpin ketua komisi III Ir. Eko Supriadi beserta beberapa anggota yang didampingi kepala Dinas PUPR kota Denpasar, pihak rekanan dan Direktur PD Pasar.

Saat peninjauan,  Eko Supriadi langsung menyasar pada sisi barat pasar Badung dengan menemukan satu titik bagian bawah tiangnya atau saka ambrol dengan tempelan pada tiang tersebut retak hingga mengelupas.

Eko Supriadi menghawatirkan keselamatan pengunjung maupun pedagang yang berada di gedung yang berdiri megah sebagai pelayanan publik masyarakat kota Denpasar.

Tak hanya satu titik, bagian lain juga ditemukan dinding ada yang retak, entah karena kondisi tanah yang menurun atau bagaimana, dirinya ingin menanyakan lebih jelas terhadap pihak terkait dalam hal ini pihak rekanan maupun Dinas PUPR.

“Kedatangan kami ke Pasar Badung untuk melihat secara langsung kondisi pasar setelah diresmikam, apakah  betul-betul difungsikan masyarakat dan apa lebih baik atau menurun daripada kondisi pasar sebelumnya,” jelasnya.

Disisi lain, Supriadi juga mengeluhkan kondisi drainase yang tidak berfungsi maksimal alias mampet. Akibat dari itu mengasilkan bau yang tidak sedap yang dapat mengganggu lingkungan pasar maupun kesehatan pengunjung  Pasar Badung.

Sementara anggota komisi III AA Susruta Ngurah Putra mengatakan,  kehadiran melihat kondisi bangunan Pasar Badung setelah diserahkan.

Pada kesempatan ini dirinya juga menyayangkan kondisi bangunan yang sudah mengalami ambrol tiang atau saka bagian bawah.

“Kami berharap teliti semua titik, meskipun hanya baru 1 titik ditemukan.  tolong diteliti struktur atau perencanaan yang kurang,” ungkapnya saat rapat di ruang rapat Pasar Badung usai melakukan peninjauan, Senin (9/12).

Susruta khawatir bangunan Pasar Badung merupakan pelayanan publik, sangat beresiko jika  semua pondasi lepas, yang lain tinggal menunggu waktu.

“Kami tidak menyalahkan kontraktor, pengawas, perencana.  intinya sekarang mari teliti atau kaji dimana letak penyebabnya,” imbuh politisi Demokrat asal Puri Gerenceng.

Disisi lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nyoman  Ngurah Jimmy Sidharta mengungkapkan dalam rapat dirinya sepakat terkait penyempurnaan masa pemeliharaan yang berakhir (28/12). Dirinya akan melakukan kajian atas kondisi fisik  Pasar badung.

“Dalam  waktu dekat kami  bisa memberi kajian. Pasar Badung milik kita bersama, dalam meningkatkan perekonomian masyarakat  kota denpasar. Penting  meningkatkan kenyamann dan keamanan Pasar Badung,” ujar

Selain itu, untuk dirinya tidak akan bergerak sendiri, pihaknya akan ber koordinasi kepada konsultan perencana, pengawas, pemborong. Untuk mengetahui penyebab dari titim yang mengalami retak yang mengakibatkan ambrol. Apakah masalahnya pada  struktur utama atau  tempelan. (bud/bpn/tim).