Sidak loak
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Tabanan, balipuspanews.com – Adanya laporan masyarakat tentang diduga kembali beroperasinya Jati Harum Luwak Coffee yang berlokasi di wilayah Desa Pakraman Soka, Senganan, Penebel Tabanan membuat Sat Pol PP Tabanan gerah. Mengingat, pemiliknya I Made Ari Wijaya telah disidangkan pada sekitaran bulan November 2017 lalu di Pengadilan Negeri Tabanan.

Pada sidang tersebut, pemilik Jati Harum Luwak Coffee terbukti bersalah mendirikan bangunan pada kawasan jalur hijau. Hakim kemudian menjatuhkan pidana denda sebesar Rp. 10 juta. Pemilik Jati Harum Luwak Coffee menerima putusan sidang tersebut dan langsung membayar denda sesuai jumlah yang diputuskan hakim.

Pasca disidangkan dan terbukti bersalah melanggar perda jalur hijau, awak media ini beberapa hari lalu menerima laporan dari masyarakat bahwa Jati Harum Luwak Coffee kembali operasi. Informasi masyaraka tersebut didasari oleh tidak adanya lagi papan segel yang dipasang oleh Sat Pol PP Tabanan. Saat awak media ini turun ke lapangan juga tidak melihat papan segel tersebut terpasang.

Atas dugaan beroperasinya kembali Jati Harum Luwak Coffee tersebut, awak media ini kemudian menghubungi Kasat Pol PP Tabanan I Wayan Sarba. Iapun mengaku kaget dengan informasi tersebut dan mengatakan akaan segera melakukan sidak langsung ke lapangan. Sarba juga mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan tegas apabila Jati Harum Luwak Coffee kembali operasi.

Ditanya terkait pernyataannya sebelumnya untuk sidak langsung ke Jati Harum Luwak Coffee, Senin (8/01) melalui telepon selulernya Sarba mengatakan telah turun langsung bersama dua kabidnya yakni Kabid Perundang-undangan dan Kabid Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat serta komandan peleton melakukan.

“Ya, tadi siang (kemarin siang) saya bersama dua kabid dan komandan peleton telah melakukan sidak kesana,” sebutnya.

Sarba menyebutkan, sidak yang dilakukannya ini dipastikannya tidak bocor dan dalam sidak tersebut ia memastikan Jati Harum Luwak Coffee tidak beroperasi lagi. Diakuinya dalam sidak tersebut dilokasi ditemui ada dua orang karyawan, namun hanya karyawan yang berugas untuk bersih-bersih bukan karyawan yang bertugas melayani pengunjung. “Saat sidak saya dan tim sama sekali tidak melihat ada aktivitas usaha,” tegasnya.

Terkait dengan hilangnya papan segel, Sarba menyebutkan hilangnya papan segel tersebut dikarenakan tumbang oleh hujan deras yang disertai angin kencang beberapa hari lalu. Oleh petugas kebersihan Jati Harum Luwak Coffee, papan segel yang tumbang itu disimpan di gudang. Sarba mengaku telah meminta papan segel tersebut segera dipasang kembali untuk menghindari dugaan Jati Harum LuwakCoffee kembali beroperasi.

Sarba kembali menegaskan, bahwa apabila dikemudian hari Jati Harum Luwak Coffee kembali operasi, pihaknya memastikan akan mengabil tindakan tegas. “Kami juga akan selalu memantau perkembangan Jati Harum Luwak Coffee tersebut,” katanya.

Tinggalkan Komentar...