Djarot Saiful Hidayat
Djarot Saiful Hidayat
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com- Sidang Komisi I Kongres ke-V PDIP yang dipimpin Djarot Saiful Hidayat, berhasil menghasilkan suatu kebijakan untuk memberikan kembali mata pelajaran Pancasila dalam pendidikan di Indonesia mulai sejak dini.

“Komisi I jiwanya partai, bagaimana membuat idologi Pancasila yang harus dikerjakan bagaimana membangun masyarakat Indonesia yang berketuhanan dan memiliki toleransi,” kata Djarot setelah keluar dari ruang sidang, Jumat (9/8) di Kawasan Hotel Grand Inna Bali beach Denpasar.

Disebut Djarot, dalam rekomendasi, kongkritnya yaitu Pancasila dikembalikan menjadi mata pelajaran Pancasila sejak dini. Baik dari sejak PAUD, TK, sampai Perguruan Tinggi harus betul-betul dididik lebih awal. Jangan ditanamkan paham-paham yang mengarah satu sama lain saling membenci.

Selain itu, yang perlu dihindari yaitu pantangan. Pantangan dimaksud berupa ujaran kebencian, jangan sampai gara-gara pemili, pilkada bangsa ini pecah.

“Kita harus ingat dan jalankan seperti pidato Bung Karno tahun 1950,
bahwa dalam demokrasi ada toleransi menghargai masing-masing ada pilihan, tanpa mencaci, membagikan kebencian, memfitnah, menyebarkan hoax. Semua agama melarang itu, tantangan kita, bagaimana menjadikan diologi menjadi teladan,” jelasnya.

Selain itu, Komisi I membahas idiologi dengan Tri Sakti, dalam kebijakan pembangunan berdikari, mewujudkan Tri Sakti Bung Karno. membangun kedaulatan, kemandirian, kebudayaan.

Termasuk ancaman, pihaknya mendapat informasi dari dalam, dari para utusan, bagaimana intoleransi, ujaran kebencian, politik identitas masif ditebarkan.

Tugas pemerintah semakin berat dan harus tegas. Kalau ada yang anti Pancasila. Kalaubdka sebagai ASN harus dipecat, itu rekomendasi.
Rekomemdasi dibicarakan dalam Komisi I.

Disamping itu pula, terkait Badan Pembina Idiologi Pancasila (BPIP) akan lebih diperkuat peranannya, pasalnya ini memproduk berbagai konten sesuai kelompok sasaran, sehingga idiolodi Pancasila gampang dipahami dan dimasukkan dalam kurikulum. (bud/bpn/tim).