Singaraja, balipuspanews.com – Sidang perdana kasus penggelapan uang perusahaan UD R Cemerlang digelar pada Kamis (14/12) sore.

Sidang perdana diselenggarakan di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Singaraja dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Buleleng menghadirkan tiga orang saksi dari pihak UD. R. Cemerlang selaku korban.

Dihadapan Ketua Majelis Hakim, Ida Ayu Sri Adriyanthi Astuti Widja beserta Hakim anggota, JPU Kejari Buleleng, Gede Agus Suraharta, membacakan isi dakwaan.

Dalam bacaan dakwaan, JPU Agus membeberkan kronologis kasus penggelapan sebesar Rp1,7 Miliar. Dimana dana perusahaan digelapkan sejak tahun 2014 hingga tahun 2017 hingga berujung kerugian terhadap UD. R. Cemerlang.

Dihadapan Majelis Hakim, Siswati Christian alias Wati selaku istri pemilik UD. R. Cemerlang, Kadek Yuni Kristiasari, dan seorang pekerja UD. R. Cemerlang Gusti Putu Agus Hendrik dimintai keterangan untuk melengkapi pemberkasan selama proses persidangan di PN Singaraja.

“Saksi Siswati meminta terdakwa mengeprint transaksi rekening, terdakwa memanipulasi data transaksi, dengan menghapus transfer rekening perusahaan ke rekening terdakwa. Setelah itu terhapus, data transaksi baru diserahkan ke saksi Siswati,” ujar JPU Agus dalam pembacaan dakwaan.

Dalam dakwaan itu terungkap, bahwa uang hasil kejahatan itu dipergunakan terdakwa untuk keperluan pribadi, termasuk membeli sebuah benda berharga. Diantaranya, berfoya-foya, bermain judi tajen, biaya orang tua sakit di RS Kasih Bunda, dan biaya opname dirinya di RS Kasih Bunda Denpasar, membeli 2 unit mobil, membeli 2 unit motor, membeli 2 Handphone, baju, celana, kalung serta gelang emas, yang tanpa sepengetahuan dari R. Cemerlang.

Sehingga akibat perbuatan terdakwa, UD. R. Cemerlang mengalami kerugian Rp1,7 miliar. Kini baik kendaraan mobil dan motor yang sempat dibeli oleh terdakwa, telah diamankan sebagai barang bukti di halaman PN Singaraja. Perbuatan terdakwa tersebut diatur dan diancam pidana dalam Pasal 374 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Persidangan yang berlangsung kurang lebih 1 jam di PN Singaraja ini, akan kembali dilanjutkan pada 20 Desember 2017 nanti dengan agenda pembacaan tuntutan dari JPU Kejari Buleleng atas kasus penggelapan uang perusahaan UD. R. Cemerlang yang senilai Rp1,7 miliar.