Sabtu, Juni 22, 2024
BerandaBadungSidang Tahunan AALCO ke-61, Bahas Berbagai Isu Hukum

Sidang Tahunan AALCO ke-61, Bahas Berbagai Isu Hukum

BADUNG, balipuspanews.com – Pulau Dewata kembali dipercaya sebagai tuan rumah ajang Internasional, kali ini Sidang Tahunan ke-61 Asian African Legal Consultative Organization (AALCO). Sidang yang diikuti 41 negara pengamat dan 21 organisasi internasional ini berlangsung mulai 16 – 20 Oktober 2023, di BNDCC-Nusa Dua, Badung.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Pj Gubernur Bali S.M Mahendra Jaya berkesempatan mendampingi Wapres RI Ma’ruf Amin. Ajang ini juga dihadiri dari negara Asia dan Afrika.

Wapres RI Ma’ruf Amin sangat mengapresiasi pertemuan tersebut, karena ditunjuknya Indonesia sebagai tuan rumah sidang tahunan yang diselenggarakan di Bali yang akan membahas mengenai isu-isu hukum yang menjadi kepentingan bersama antara negara-negara Asia dan Afrika.

Ma’ruf Amin juga menyerukan agar perang antara kelompok Hamas Palestina dan Israel segera dihentikan karena sudah menelan ribuan korban jiwa.

“Saya kira hari ini lebih dari 4.000 orang terbunuh, karena itu harus segera dihentikan,” kata Wapres RI.

Menurut Wapres solusi yang harus dijalankan untuk kedua belah pihak yakni kesepakatan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yakni solusi dua negara atau two state solution.

BACA :  Ketua MPR Dukung Gelaran Indonesia Harley Davidson Fest 2024 di Bali

“Mengenai masalah penyelesaian dua negara yang ini barang kali masih harus terus dilakukan,” imbuhnya.

Ia pun mengharapkan agar momentum AALCO ke-61 yang saat ini sedang berlangsung di Bali, dapat berperan penting dalam menyatakan penghentian segera perang antara Hamas Palestina dan Israel. Pasalnya, lanjut Wapres RI, masalah Palestina menjadi salah satu perhatian penting di kawasan Asia Afrika.

“Oleh karena itu saya ingin juga konferensi ini menyatakan supaya perang segera dihentikan karena ini menyangkut masalah kemanusiaan,” ucap Wapres Ma’ruf Amin.

Sementara itu, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Prof. Yasonna Hamonangan Laoly, mengatakan, AALCO adalah sebuah organisasi antarpemerintah yang didirikan pada tahun 1956 untuk meningkatkan kerja sama dan pertukaran pandangan mengenai isu-isu hukum yang menjadi kepentingan bersama antara negara-negara Asia dan Afrika. AALCO berdiri pada tahun 1956 yang merupakan salah satu hasil penting dari Konferensi Asia Afrika (KAA) Bandung.

“Indonesia memiliki pengalaman di bidang perampasan aset yang kompleks, melalui berbagai modus, dan melibatkan lebih dari satu yurisdiksi. Indonesia akan berbagai pengalaman ini dengan negara-negara anggota AALCO,” ucap Yasonna.

BACA :  Masuk “Radar” Golkar, Lanang : Kami Tidak Kemana-mana, Tapi Ada Dimana-mana

Penulis: Budiarta

Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular