Paripurna DPRD Kabupaten Jembrana sahkan APBD Perubahan.
Paripurna DPRD Kabupaten Jembrana sahkan APBD Perubahan.
sewa motor matic murah dibali

NEGARA, balipuspanews.com- Dihari terakhir masa jabatanya, anggota DPRD Jembrana periode tahun 2014-2019 masih harus bekerja menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) mereka. Senin (12/8) mereka melaksanakan sidang paripurna untuk mengesahkan APBD perubahan.

Sidang terakhir karena Selasa (13/8) anggota DPRD Jembrana periode 2019-2024 hasil Pemilu lalu sudah dilantik, itu dipimpin ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa untuk pengesahan Ranperda Perubahan atas Peraturan Daerah nomor 6 tahun 2018.

Pada sidang Paripurna VIII masa persidangan III tahun 2018/2019, kesimpulan badan anggaran (banggar) yang dibacakan wakil ketua DPRD Jembrana I Wayan Wardana dihadapan Bupati I Putu Artha, Wabup I Made Kembang Hartawan serta anggota Forum koordinasi pimpinan Daerah termasuk para pimpinan OPD Pemkab. Jembrana, para Camat dan Pj. Perbekel se Jembrana, menyampaikan Ranperda yang diajukan oleh Bupati yakni Ranperda tentang perubahan atas Ranperda 6 tahun 2018 tentang APBD pada prinsipnya dapat disetujui untuk ditetapkan menjadi Perda.

Proyeksi pendapatan, Belanja dan Pembiayaan pada perubahan APBD tahun anggaran 2019 meliputi, pendapatan daerah, belanja daerah serta pembiayaan daerah. Pendapatan daerah mengalami penurunan sebesar Rp17.226.265.983,39 dari target semula Rp1.149.096.324.864,05 menjadi sebesar Rp1.131.870.058.880,66 .
Pendapatan itu bersumber dari PAD yang bertambah sebesar Rp3.257.571.771,91 dari target sebesar Rp131.610.717.697,49 menjadi sebesar Rp134.868.289.469,40.

Sementara Dana perimbangan berkurang sebesar Rp14.852.815.319,74 dari target semula sebesar Rp727.169.242.000,00 menjadi sebesar Rp712.316.426.680,26.

Sementara lain-lain pendapatan daerah yang sah berkurang sebesar Rp5.631.022.435,56 dari semula Rp290.316.365.166,56 menjadi sebesar Rp284.685.342.731,00; Untuk Belanja Daerah, kata Wardana, bertambah sebesar Rp30.552.890.227,32 yang semula dianggarkan Rp1.189.005.186.899,46 setelah perubahan menjadi sebesar Rp1.219.558.077.126,79; terdiri dari belanja tidak langsung berkurang sebesar Rp5.012.202.511,22 dari semula sebesar Rp579.540.571.608,24 menjadi sebesar Rp574.528.369.097,03.

Sedangkan belanja langsung bertambah sebesar Rp35.565.092.738,58 dari semula sebesar Rp609.464.615.291,22 menjadi sebesar Rp645.029.708.029,76; Defisit anggaran(pendapatan-belanja) Rp87.688.018.246,13.Sedangkan untuk belanja Daerah, Wardana menjelaskan, bertambah sebesar Rp.30.552.890.227,32 yang semula dianggarkan sebesar Rp. 1.189.005.186.899 setelah perubahan menjadi Rp.1.219.558.077.126,79.

Sementara Bupati I Putu Artha mengatakan, Ranperda tentang perubahan atas Perda nomor 6 tahun 2018 tentang APBD tahun 2019 yang disetujui bersama ini tentu adanya komitmen yang kuat dari segenap anggota DPRD.

“Hampir tidak mungkin kita bisa menuntaskan seluruh tahapan pembahasan Ranperda ini dalam waktu yang sangat singkat. Hal ini tentu adanya komitmen, semangat dan tekad yang kuat dari anggota DPRD sebelum masa tugasnya berakhir, “ujarnya.

Sebagai wujud apresiasi dan penghargaan kepada DPRD, Bupati I Putu Artha menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh anggota DPRD dan jajaran eksekutif.

“Tentu program yang telah dirumuskan bersama dalam APBD perubahan menjadi beban tanggungjawab bersama DPRD masa jabatan 2019-2014. Kami berkomitmen untuk mengoptimalkan pencapaian target pelaksanaan program dan kegiatan yang telah kita rumuskan ini,” ungkapnya. (nm/bpn/tim)