JAKARTA, balipuspanews.com – Pada acara sidang terbuka pengukuhan pustakawan ahli utama yaitu Ir. Abdul Rahman Saleh, M.Sc (IPB) dan Dra. Fathmi, SS (Perpustakaan Nasional RI) berlangsung di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat, Jumat (11/10).

Kepala Perpustakaan Nasional sekaligus menjadi Majelis Pengukuhan, Muhammad Syarif Bando mengatakan apa yang sudah disampaikan didalam orasi pada pengukuhan pustakawan ahli utama ini penting untuk ditindak lanjuti.

Seperti orasi yang telah disampaikan oleh Abdul Rahman Saleh dari IPB yaitu perkembangan informasi dan cara-cara penyampaian atau mengomunikasikan Informasi tersebut.

“Dia (Abdul Rahman Saleh) tadi menyampaikan pemaparannya bahwa di masyarakat awam perpustakaan dapat bermakna sebuah koleksi buku yang tersimpan di rak dan menerjemahkan perpustakaan sebagai tempat untuk membaca dan meminjam buku. Dengan pengertian seperti itu sangat sulit bagi perpustakaan untuk berkembang,” kata Muhammad Syarif Bando.

Lebih lanjut Muhammad Syarif Bando menegaskan para pustakawan untuk lebih pro aktif ke masyarakat agar mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia sesuai dengan Tagline ‘Pustakawan Bergerak’.

Sementara itu Orasi yang disampaikan oleh Fathmi dari Perpustakaan Nasional yaitu pengembangan layanan referensi virtual perpustakaan nasional RI.

Dikatakan Fathmi, Undang-Undang RI Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan mengamanatkan perpustakaan sebagai sumber belajar masyarakat.

Terkait hal ini menurut Muhammad Syarif Bando, sebagai sumber masyarakat sepanjang hayat maka perpustakaan harus membuka seluas-luasnya akses kepada masyarakat.

“Salahsatu yang dapat ditempuh untuk memperluas akses masyarakat ke perpustakaan adalah pemanfaatan teknologi informasi,” ungkapnya.

Layanan referensi virtual dapat menjadi salah satu bentuk pengembangan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang memfasilitasi terwujudnya masyarakat pembelajar sepanjang hayat, yang membuka seluas-luasnya akses kepada masyarakat.

Dalam kesempatan ini Majelis Pengukuhan dan juga sebagai Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando mengungkapkan Pustakawan merupakan ujung tombak bagi keberhasilan suatu  perpustakaan dalam meningkatkan minat baca masyarakat.

Kehadiran perpustakaan diharapkan untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Karena itu jika minat baca masyarakat kita tidak kunjung meningkat, maka hal ini merupakan indikator adanya kebijakan  yang salah terhadap perpustakaan di tanah air.

Dalam kesempatan ini pula Kepala Perpusnas RI, Muhammad Syarif Bando menyampaikan sesuai mandatori UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, perpustakaan berperan sebagai layanan dan Perpustakaan Nasional menjadi pemandu semua kegiatan yang seharusnya dilakukan seluruh perpustakaan.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando menyebut akan segera menyusun Peraturan Kepala Perpusnas (Perka) untuk penjabaran tiga komponen utama. Di antaranya, pengembangan perpustakaan, pembudayaan kegemaran membaca, serta pelestarian dan pendayagunaan manuskrip.

“Kami apreasi kinerja Kemendagri karena saat ini seluruh komponen penyelenggaraan perpustakaan sudah tertuang dalam Permendagri Nomor 33 tahun 2019 mengenai pedoman penyusunan anggaran dan belanja daerah tahun 2020. Hal ini menjadi bukti dukungan bahwa perpustakaan menjadi salah satu rencana prioritas nasional 2020,” jelasnya. (Ivan/BPN/Tim).