Sidang Vonis Gus Adi, Akhirnya Berujung Pada Pidana 1 tahun

Suasana sidang vonis terhadap I Gusti Putu Adi Kusuma Jaya alias Gus Adi
Suasana sidang vonis terhadap I Gusti Putu Adi Kusuma Jaya alias Gus Adi

BULELENG, balipuspanews.com – Masih ingat dengan terdakwa oknum pengacara I Gusti Putu Adi Kusuma Jaya alias Gus Adi atas kasus dugaan ujaran kebencian yang di tunjukan kepada Pemerintah, Pejabat publik, Presiden, Kapolri, dan Gubernur Bali.

Prosesi sidang yang sudah beberapa kali diikutinya, akhirnya berujung kepada keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Singaraja menvonis, Gus Adi dengan pidana penjara selama 1 tahun. Vonis tersebut dibacakan oleh Majelis Hakim I Made Gede Trisna Jaya, selasa 25 Agustus 2020,

Vonis yang sudah diterima I Gusti Putu Adi Kusuma Jaya alias Gus Adi sesuai dengan apa yang menjadi tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya. JPU meminta majelis hakim untuk menjatuhkan hukum pidana penjara kepada Gus Adi selama 1 tahun. Dengan pertimbangan diantaranya menimbulkan keresahan yang meluas bagi masyarakat.

Perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa mengandung sentimen, pelecehan terhadap golongan tertentu. Yakni golongan profesi kepolisian RI, dan Pemerintah Provinsi Bali, serta golongan masyarakat desa dengan masyarakat Kota Singaraja.

Selain itu, terdakwa tidak menyesali perbuatannya dan terdakwa sebelumnya pernah dipidana dalam perkara lain. Pengacara Gus Adi yang tergabung dalam Forum Advokat Buleleng (FAB) dengan Koordinator Gede Harja Astawa dan kawan-kawan menyatakan, divonisnya Gus Adi oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Singaraja selama 1 tahun penjara. Tetap keputusan tersebut pihaknya terima terlebih dahulu. Terkait pengajukan banding atau tidak, itu keputusan ada pada terdakwa.

“Kalau kami dari segi advokat mengembalikan dulu keputusan tersebut kepada terdakwa. Setelah itu baru kami dari kawan-kawan FAB akan memberikan pendapat dan pandangan hukum kepada terdakwa,” jelasnya.

Pengajuan banding atau tidak pihaknya masih memiliki waktu selama 7 hari untuk berpikir. Setelah putusan tersebut dibacakan majelis hakim dan menerima salinan putusan.

“Kami pikir-pikir dulu untuk banding. Namun apapun keputusan dari majelis hakim kami terima dulu. Tetapi menyangkut upaya banding yang punya hak dan keputusan ada pada terdakwa,” terangnya.

Sementara itu Pengacara Gus Adi lainnya I Wayan Sudarma yang juga tergabung dalam FAB menambahkan pihaknya sangat keberatan dengan vonis dari majelis hakim. Pasalnya vonis 1 tahun terhadap terdakwa Gus Adi tidak memiliki asas adil. Majelis Hakim tidak mempertimbangkan apa yang menjadi isi pembelaan (pledoi) dari terdakwa dan yang pihaknya sampaikan selaku pengacara dari Gus Adi.

“Mengenai banding atau tidaknya keputusan sepenuhnya ada ditangan Gus Adi. Kami tetap menunggu,” tandasnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan