Kamis, Juni 20, 2024
BerandaBulelengSikapi Masalah Agraria di Batu Ampar, Pemkab Buleleng Lakukan Mediasi

Sikapi Masalah Agraria di Batu Ampar, Pemkab Buleleng Lakukan Mediasi

BULELENG, balipuspanews.com– Persoalan atau permasalahan Agraria di Dusun Batu Ampar, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng belakangan terus menjadi perdebatan yang tidak berujung. Menindaklanjuti terkait hal permasalahan agraria tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menggelar mediasi yang memfasilitasi masyarakat Dusun Batu Ampar untuk menyampaikan segala persoalan menyangkut permasalahan Agraria yang berlangsung di Kantor Bupati Buleleng pada Selasa (27/12/2022).

Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana secara langsung memimpin rapat mengajak masyarakat Dusun Batu Ampar yang hadir untuk menyajikan bukti berupa dokumen-dokumen sah yang menunjukkan kepemilikan atas lahan tersebut. Sebaliknya, pihaknya juga menyajikan dokumen-dokumen sah yang menyatakan tanah yang dipermasalahkan tersebut merupakan aset Pemkab Buleleng.

Hasilnya Lihadnyana pun mengungkapkan bukti sah terkait tanah tersebut merupakan aset Pemkab Buleleng. Sebaliknya, pihak yang menggugat belum bisa menunjukkan salah satu dokumen yang diperlukan untuk sebagai bukti.

“Tidak ada yang namanya merampas, Pemkab Buleleng berjalan sesuai dengan aturan yang ada. Pertemuan sudah cukup baik, Pemkab Buleleng sudah memiliki bukti sertifikat asli terkait dengan tanah yang dimiliki di Batu Ampar itu sebagai aset Pemda,” jelasnya.

BACA :  Sekaa Gong Kebyar Wanita Duta Klungkung Tampil Memukau pada PKB 2024

Hingga rapat mediasi berakhir dengan kesimpulan bahwa kelanjutan permasalahan ini akan menunggu keputusan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN), yang melalui perwakilannya menyatakan akan mengkaji lebih lanjut.

“Yang mengeluarkan itu (dokumen -red) kan ATR-BPN, oleh karena itu kita tunggu ATR-BPN yang segera akan mengambil keputusan, pada saat itu mari kita hormati keputusannya,” ujar Pj Bupati asal Desa Kekeran itu dalam rapat yang menghadirkan jajaran perangkat daerah Pemkab Buleleng terkait dan seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Buleleng.

Selain itu, Lihadnyana juga mengajak semua pihak untuk memecahkan masalah ini dengan kepala dingin dan menghindari provokasi. Kalau misalnya ada hal-hal yang perlu dibicarakan lebih lanjut, dirinya menyambut dengan terbuka semua masukan yang ingin disampaikan.

“Kalau memang ada permasalahan silakan berdiskusi, kami terbuka untuk melakukan komunikasi,” pungkasnya.

Penulis: Nyoman Darma
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular