Sikapi Perkembangan Situasi, Kapolres Tabanan Pimpin Apel Siaga

Keterangan: Kapolres Tabanan saat memberikan arahan kepada anggotanya
Keterangan: Kapolres Tabanan saat memberikan arahan kepada anggotanya

TABANAN, balipuspanews.com – Perkembangan situasi saat ini, yakni terjadinya di beberapa kota besar termasuk di Kota Depasar aksi unjuk rasa terkait dengan penolakan UU Omnibus Law yang telah di sahkan pada 5 Oktober lalu. Untuk menyikapi hal tersebut, Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy, P.S, Siregar, S.I.K , M.H., memimpin apel siaga.

Apel yang berlangsung di Mapolres Tabanan, Kamis (22/10) ini juga diikuti Waka Polres, para Kabag, para Kasat semua Perwira , Brigadir Polri dan ASN Polri Polres Tabanan.

Dalam arahannya Kapolres Tabanan mengatakan, menyikapi perkembangan situasi saat ini, Kompi Dalmas Polres Tabanan yang di BKO Polda Bali dibawah kendali RO OPS Polda, lengkap dengan peralatan Dalmas telah berangkat menuju Renon Denpasar untuk mengantisifasi dan untuk melakukan pengamanan unjuk rasa di Denpasar.

Sedangkan untuk personel Polres Tabanan yang lain, yang terbagi dalam Kompi Kerangka, Peleton Negosiator khusus Polwan, ikatan Kompi Pengamanan Mako, termasuk anggota dimasing-masing Polsek jajaran, semua melaksanakan siaga, memonitor perkembangan situasi, sewaktu waktu siap digerakan.

“Laksanakan tugas seperti biasa, Sat gas Ops Aman Nusa tetap lakukan pendisiplinan bersinergi dengan TNI Kodim mengepankan peran Sat Pol PP, yang terlibat dalam Ops Mantap Praja laksanakan kegiatan Pengamanan sesuai jadwal kampanye Paslon hari ini,” sebutnya.

Ditambahkannya, dengan ditemukannya pamlet-pamlet yang isinya memprovokasi massa dan mengajak melakukan unjuk rasa anarkis di beberapa tempat di Kota Denpasar, ia mengajak anggotanya bersikap positif, tingkatkan kewaspadaan, pasang telinga dan terus kita menitor perkembangan situasi.

“Lakukan kerjasama dan pendekatan persuasif dengan pihak-pihak tertentu untuk tetap menjaga situasi kamtibmas Tabanan kondusif. Berikan imbauan jangan terprovokasi dengan berita bohong (hoaks), menyampaikan pendapat di tempat umum (unras) memang dilindungi undang-undang, namun dengan cara budaya kita, bukan dengan cara anarkis. Unjuk Rasa anarkis tidak sesuai dengan semangat budaya Bali,” tutup Kapolres Tabanan.

Penulis : Ngurah Arthadana

Editor : Oka Suryawan