Simpan Sabu di Saluran Pencernaan, Pria Berkulit Hitam Tertangkap di Bandara Internasional

36
Tersangka Abdul Rahman Asuman (42) warganegara Tanzania Afrika Timur, “si penelor” sabu yang ditangkap di Terminal Kedatangan International Bandara Ngurah Rai Kuta
Tersangka Abdul Rahman Asuman (42) warganegara Tanzania Afrika Timur, “si penelor” sabu yang ditangkap di Terminal Kedatangan International Bandara Ngurah Rai Kuta

KUTA, Balipuspanews.com -Tersangka Abdul Rahman Asuman (42) warganegara Tanzania Afrika Timur, “si penelor” sabu yang ditangkap di Terminal Kedatangan International Bandara Ngurah Rai Kuta, 30 Januari lalu kini mendekam ditahanan Polresta Denpasar.

Pria berkulit hitam berkepala plontos yang kedapatan menyelundupkan 99 butir kapsul berisi sabu seberat 1.130,96 gram terancam hukuman mati.

Menurut Kepala Kantor Wilayah DJBC TMP Ngurah Rai Untung Basuki didampingi Kepala KPPBC Ngurah Rai, Himawan Indarjono dan Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan, tersangka Abdul Rahman Asuman datang ke Bali menumpang pesawat Qatar Airways QR 962 rute Doha-Denpasar, Rabu (30/1) sekira pukul 18.00 Wita.

Setelah melewati pemeriksaan mesin X-Ray, petugas Bea Cukai mencurigai benda mencurigakan di tubuh yang bersangkutan. Petugas Bea Cukai memutuskan memeriksa tersangka Abdul dengan menggunakan rontgen/CT Scan di rumah sakit.

“Dari hasil rontgen ada benda mencurigakan di dalam saluran pencernaan di perut tersangka. Ini modusnya swallow (ditelan),” ujarnya.

Petugas Bea Cukai berupaya mengeluarkan benda tersebut dan hasilnya terdapat 82 kapsul berbungkus plastik berisi bubuk seberat 1.036.70 gram yang merupakan sediaan narkoba jenis methamphetamine. Setelah kasusnya dilimpahkan ke Polresta Denpasar, ditubuh bule asal Tanzania Afrika Timur itu kembali ditemukan 17 kapsul lainnya.

“Jadi total barang bukti yang disita 99 bungkusan berisi sediaan narkoba jenis methamphetamine dengan berat bersih 1.130,96 gram,” ungkap Himawan Indarjono.

Ditambahkan Himawan, barang bukti 1.130,96 gram itu ditaksir memiliki nilai edar yang fantastis, yakni mencapai Rp. 1.696.440.000,00 dapat dikonsumsi oleh 5.655 orang dengan asumsi 1 gram dikonsumsi oleh 5 orang.

“Tersangka dijerat Pasal 102 huruf (e) j.o Pasal 103 huruf (c) Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan j.o Pasal 113 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan tuntutan hukuman yang sama yaitu pidana mati, pidana seumur hidup,” tegasnya.

Selain menangkap tersangka Abdul, Bea Cukai Bandara Ngurah Rai juga menindak turis asal Amerika Serikat berinisial Husein Asadi Bahri (60). Pria ini memasukkan narkoba ke Bali dengan menggunakan modus penyelundupan false concealment atau menyembunyikan narkoba di dalam barang.

Dijelaskannya, paketan yang dikirim tersangka Husein tertanggal 31 Januari 2019 lalu, dikirim dari Taiwan ke Terminal Kargo International Bandara Ngurah Rai. Petugas mencurigai isi paketan berisi keyboard komputer yang dikirim oleh AH dengan sipenerima RMA di Bali. Setelah diperiksa ternyata di dalam keyboard computer ditemukan 2 bungkus tisu berisi mariyuana atau ganja kering seberat 45,12 gram.

Bekerjasama dengan Satgas CTOC, petugas Bea Cukai menyelidiki siapa pemiliknya. Dari keterangan saksi A, paketan tersebut titipan tersangka Husein yang akan datang ke Bali 3 Februari 2019 dan selanjutnya, warganegara Amerika Serikat ditangkap. (Pl/bpn/tim)

Loading...