Simulasi Tatanan Kehidupan Baru Di Dua Pasar Tradisional, GTPP Siap Awasi Serta Beri Edukasi

Ketua GTPP saat meninjau kegiatan penerapan tatanan kehidupan era baru
Ketua GTPP saat meninjau kegiatan penerapan tatanan kehidupan era baru

BULELENG, balipuspanews.com – Penguraian pedagang untuk menghadapi tatanan kehidupan era baru di Kabupaten Buleleng.

Dalam Pelaksanaannya pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng sudah menggelar simulasi terkait hal tersebut di dua pasar yakni Pasar Anyar serta Pasar Banyuasri untuk mencegah terjadinya klaster pasar, Minggu (12/7/2020).

Simulasi yang digelar dipimpin langsung oleh Ketua GTPP Covid-19 Buleleng yang juga Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST bertempat di Jalan Diponegoro yang berdekatan dengan Pasar Anyar.

Dalam kegiatan tersebut bahkan pihaknya juga menyerahkan bantuan thermo gun sebanyak 16 unit, 1800 face shield, dan 1000 masker.

Ketua GTPP atau Bupati Agus Suradnyana menegaskan kegiatan simulasi dilakukan di dua pasar tradisional yang ada di Singaraja yaitu Pasar Anyar dan Pasar Banyuasri.

Terkait hal itu langkah maju sudah dilakukan PD Pasar dengan mengurai pedagang agar physical distancing tetap berjalan.

Sehingga otomatis sudah diikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19 juga telah dilakukan seperti memakai masker dan penyediaan tempat cuci tangan. Nantinya ke depan melalui penerapan tersebut akan ada kewajiban pemakaian face shield juga yang diterapkan.

“Saat ini belum merata karena baru diputuskan kemarin malam. Kita harus pengadaan face shield dulu. Setelah itu, semua pedagang harus memakai face shield,” tegasnya.

Lanjut PAS menambahkan bahwa dalam tatanan kehidupan era baru seperti saat ini, beberapa hal terpenting yakni bagaimana pedagang bisa mencari nafkah tanpa mengabaikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dengan demikian sarana dan prasarana, sudah cukup memadai. Baik itu tempat cuci tangan sampai pengadaan masker dan face shield.

Tidak hanya itu pihaknya akan terus memberikan edukasi kepada pedagang maupun pembeli mengenai protokol kesehatan. Bahkan TNI, Polri, dan Satpol PP sudah diminta untuk mengawasi jalannya protokol kesehatan di pasar. Sehingga nantinya diharapkan hal tersebut bisa menjadi kebiasaan.

“Karena membiasakan hal yang baru harus diawasi. Sulit untuk membiasakan yang tidak biasa tanpa pengawasan. Kalau ada pengunjung atau pedagang yang tidak mau memakai masker, ya dipulangkan saja. Besok mau, baru diperbolehkan masuk pasar,” lanjutnya.

Disisi lain Kapolres Buleleng, AKBP I Made Sinar Subawa, SIK.,MH yang juga turut mengikuti kegiatan mengungkapkan bahwa Polres Buleleng sebagai bagian dari GTPP Covid-19 Buleleng terus akan terus bersama memberikan edukasi kepada masyarakat.

Apalagi kegiatan di pasar yang sangat rentan terhadap penularan Covid-19. Kendati perkembangan sudah mulai landai, semua pihak harus menjaga Buleleng ini dengan bekerjasama mematuhi protokol kesehatan.

“Simulasi yang dilaksanakan betul-betul harus konsisten penerapannya. Bagaimana protokol kesehatan harus dilaksanakan oleh seluruh pedagang, nantinya itu akan kita terus awasi agar mereka benar-benar disiplin,” pungkasnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan