Sinabun Akui Joged Berbau Porno Laris Peminat

Singaraja, (Balipuspanews) – Kelian Sekaa Joged Santika Dwipa, Desa Sinabun, Ida Bagus Putu Kerantana akan mentaati Surat Edaran (SE) soal pelarangan Joged Porno, kendatipun dirinya mengakui kalau joged erotis itu banyak pemesannya.

. ”Saya sangat mendukung, 200 persen mendukung. Biar tidak ada lagi penari joged yang tampil seronok,”ujarnya. Seperti yang diceritakan Ida Bagus Putu Kerantana saat ditemui media ini beberapa hari yang lalu,

Tarian joged yang semula dipentaskan secara sederhana mulai mengalami pergeseran dari tarian sederhana hingga berubah menjadi tarian erotis dimulai saat krisis pasca Bom Bali II dulu.

Saat itu sekaa joged terpaksa menghadirkan tarian berbau erotis, agar sekaa mereka tetap eksis. Seiring berjalannya waktu, acapkali hal erotis dianggap sebagai hal yang wajib bagi sekaa joged yang akan pentas.

Penampilan erotis para penari joged bumbung selama ini sebenarnya bukan dari inisiatif penari. Pada umumnya merupakan “request” yang berasal pihak yang mengundang sekaa joged, bahkan tak jarang permintaan itu berasal dari penonton.”Susah kadang pak, joged jaruh yang dipentaskan kan “request” dari pihak yang mengundang sekaa joged, bukan inisiatif dari pihak sekaa atau penari, bahkan sering dari permintaan penonton.

Bukan rahasia umum lagi, memang kebanyakan orang cari yang porno, bagaimana mau bilang porno atau tidak, jika tidak dipenuhi, ya tidak dapat job untuk pentas, apalagi sekarang ini persaingan antar sekaa joged semakin ketat,”ungkapnya. Kelompok joged di Desa Sinabun, mengaku bukan baru sekali ini mendengar adanya embel-embel pelarangan joged porno.

Konon pelarangan itu sudah dilakukan sejak tahun 2010 lalu. Namun prakteknya hingga kini masih saja ada tarian joged porno. Tidak saja dilakukan oleh sekaa joged di Desa Sinabun, namun juga desa-desa lain di seluruh Bali.

Sekaa joged bumbung meminta pemerintah berlaku adil dalam menindak serta melakukan pembinaan pada sekaa-sekaa joged yang turut menyediakan joged porno. ”Katanya sih banyak ada video joged jaruh di youtube, namun itu kan belum tentu sekaa kami.

Dari hal tersebut, sangat diperlukan kesadaran dari semua pihak, baik dari penyelenggara juga penonton. Kami sebagai sekaa sih siap saja menghentikan pesanan joged porno, sekarang justru ketegasan pemerintah yang kami tunggu,” tandasnya.

Pihaknya berniat mendesak pemerintah untuk melakukan pembinaan secara menyeluruh kepada seluruh sekaa joged yang ada di Bali, dan bukan hanya yang ada di Desa Sinabun saja. Ini dikarenakan banyak sekaa joged di luar Desa Sinabun yang menghadirkan tarian yang jauh lebih vulgar, ketimbang yang dihadirkan oleh sekaa dari Sinabun. Selain itu, Ia juga meminta agar pemerintah melakukan pembinaan kepada masyarakat maupun pihak-pihak yang menyelenggarakan pementasan joged hingga secara perlahan masyarakat teredukasi, bahwa kesenian joged bukan hal yang porno.