Sinergi Lakukan Pemulihan Sektor Pariwisata, Dispar Harap Pandemi Bisa Cepat Diredam

Simakrama Kepariwisataan dalam Tatanan Kehidupan Era Baru, bertempat di Krisna Ocean Park, Lacosta Beach Lounge Temukus, Jumat (30/10/2020) malam
Simakrama Kepariwisataan dalam Tatanan Kehidupan Era Baru, bertempat di Krisna Ocean Park, Lacosta Beach Lounge Temukus, Jumat (30/10/2020) malam

BULELENG, balipuspanews.com – Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Bali bersinergi bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng dalam upaya pemulihan sektor pariwisata di Bali pada umunya dan di Buleleng pada khususnya.

Pembahasan langkah-langkah strategis dilakukan pada acara Simakrama Kepariwisataan dalam Tatanan Kehidupan Era Baru, bertempat di Krisna Ocean Park, Lacosta Beach Lounge Temukus, Jumat (30/10/2020) malam.

Bupati Buleleng yang diwakili oleh pihak Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng Made Sudama Diana memaparkan untuk memulihkan kondisi kepariwisataan pasca pandemi, sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak. Keseluruhan pihak juga diharapkan bisa terlibat, baik itu dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi hingga pemerintah daerah.

Bahkan ada satu hal yang menjadi bekal dalam upaya pemulihan ekonomi dan dalam sektor pariwisata di Buleleng yakni status zona kuning untuk Kabupaten Buleleng. Namun jika di daerah lain penyebaran Covid-19 masih terjadi secara masif, tentu akan membawa pengaruh pada kunjungan wisatawan.

“Untuk mengembalikan kondisi kepariwisataan di Buleleng kita harus berkomitmen bersama, salah satunya dengan meningkatkan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan. Saya harap di Kabupaten lain yang ada di Bali dapat segera meredam penularan Covid-19 ini,” paparnya.

Sementara itu, Dinas Pariwisata yang menyampaikan titipan dari Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana oleh Kadis Sudama Diana mengungkapkan terkait dengan upaya pemulihan khusus pada sektor pariwisata di Kabupaten Buleleng, telah melakukan sertifikasi Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan) dan Environment (ramah lingkungan) atau disingkat CHSE, Sertifikasi CHSE telah dilakukan terhadap 99 industri, dan destinasi wisata yang ada di Buleleng serta juga peningkatan kesiapan SDM pariwisata.

“Pelaksanaan promosi potensi wisata terus kita lakukan dengan penggabungan antara kegiatan langsung dan virtual. Seperti yang baru saja kita lakukan yakni penyelenggaraan event Pemuteran Bay Festival 2020 beberapa hari yang lalu,” jelasnya.

Selain itu, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) RI, R. Kurleni Ukar menjelaskan Simakrama Kepariwisataan dalam Tatanan Kehidupan Era Baru ini ditujukan untuk mensosialisasikan kebijakan strategis yang didedikasikan untuk menggairahkan sektor pariwisata Bali. Simakrama kepariwisataan ini juga menjadi pemantik pemulihan sosial dan ekonomi disaat pandemi.

“Saya berharap semoga simakrama ini membawa manfaat bagi pariwisata di Bali, selain meningkatkan imunitas ekonomi, sosial dan budaya juga akan meningkatkan imunitas insan dan industri pariwisata Bali sebagai lokomotif pariwisata Indonesia,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan