Sistem Perlindungan Nakes Perlu di Evaluasi

Ilustrasi - Tenaga kesehatan (nakes) saat menangani orang yang diduga terpapar Covid-19 dengan melakukan Polymerase Chain Reaction (PCR) Swab Test
Ilustrasi - Tenaga kesehatan (nakes) saat menangani orang yang diduga terpapar Covid-19 dengan melakukan Polymerase Chain Reaction (PCR) Swab Test

JAKARTA, balipuspanews.com – Satgas Penanganan Covid-19 pusat maupun daerah diminta secara berkala mengevaluasi sistem penanganan mengevaluasi sistem penanganan Covid-19 di masing-masing fasilitas kesehatan (Faskes), terutama di rumah sakit rujukan di tiap daerah.

“Ini untuk mengetahui penyebab terus bertambahnya Nakes yang terpapar Covid-19 di tempat mereka bekerja, dan memberikan solusi yang tepat untuk meningkatkan upaya penanganan Covid-19,” ucap Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2020).

Penegasan disampaikan menyusul tingginya ancaman Covid-19 yang menyasar ke tenaga kesehatan (nakes). Terbaru, 201 nakes di Kota Bekasi dipastikan positif terpapar Covid-19 di tempat mereka bekerja.

Bamsoet menekankan pentingnya mengoptimalkan perlindungan bagi para nakes yang bertugas, disamping memberikan dukungan psikologis berupa layanan konseling bagi para nakes, dan waktu rehat yang cukup dilakukan secara bergiliran.

“Mengingat 83 persen nakes di Indonesia mengalami keletihan mental (burnout syndrome) yang disebabkan oleh beban sistem layanan kesehatan yang besar selama pandemi Covid-19,” jelasnya.

Ia juga mengajak semua pihak, khususnya para nakes agar menjaga kesehatan diri dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, pencegahan Covid-19 dimanapun berada, terutama di lingkungan tempat bekerja sebagai salah satu upaya mencegah risiko terpapar Covid-19.

Upaya melindungi kesehatan dan keselamatan jiwa nakes itu antara lain memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) sesuai standar kesehatan dan memenuhi kebutuhan nutrisi dan vitamin bagi nakes, serta melakukan pengecekan kesehatan secara rutin.

“Mengatur jadwal tugas bagi nakes, dan juga menambah jumlah nakes yang bertugas, khususnya nakes yang berada di zona merah atau daerah dengan tingkat penularan Covid-19 yang tinggi,” kata Bamsoet.

Penulis : Tim Liputan Covid

Editor : Oka Suryawan