Senin, Oktober 26, 2020
Beranda Bali Klungkung Siswa di Klungkung Dipastikan Belum Bisa Belajar Tatap Muka Langsung

Siswa di Klungkung Dipastikan Belum Bisa Belajar Tatap Muka Langsung

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Siswa di Kabupaten Klungkung dipastikan belum bisa melaksanakan pembelajaran dengan sistem tatap muka langsung.

Walaupun sebelumnya Pemda Klungkung sempat mewacanakan kembali melaksanakan sistem pembelajaran tatap muka yang akan dimulai dari Kecamatan Nusa Penida. Hal itu ditegaskan oleh Kadisdik Klungkung, Drs Dewa Gde Darmawan, Jumat (25/9/2020).

Darmawan menjelaskan, hal ini karena masih dalam situasi pandemi Covid-19 dan adanya klaster penambahan pasien suspect ditengah situasi new normal ini.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Klungkung, I Nyoman Suwirta menjelaskan pihaknya sebenarnya terus melakukan kajian terkait pelaksanaan sekolah tatap muka di Nusa Penida. Berbagai persiapan pun sudah dilakukan oleh Dinas Pendidikan, hanya saja saat ini pihak gugus tugas belum merekomendasikan sekolah tatap muka yang dilaksanakan di Nusa Penida.

“Kajian masih tetap jalan, walau zona hijau, nanti takutnya sedikit kesalahan, bisa fatal. Melihat perkembangan saat ini, kami ikuti saja apa yang masih diterapkan di Bali daratan,” ungkapnya.

Terkait dengan keputusan Gugus Tugas Covid-19 ini, Kadisdik Klungkung Drs Dewa Gde Darmawan memaklumi hal tersebut.

“Karena Gugus Tugas memutuskan belum bisa dilaksanakan pembelajaran tatap muka. Jadi pembelajaran tatap muka di Nusa Penida menunggu sampai adanya keputusan nanti,” Terang Dewa Gde Darmawan.

Darmawan mengatakan apabila sudah mendapat lampu hijau untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka, sekolah-sekolah harus siap dengan pola pembelajaran baru, yakni dalam satu kelas siswa-siswa akan dibagi menjadi beberapa kelompok.

Lalu setiap kelompok akan belajar di sekolah secara bergantian, atau dengan sistem shif. Namun, shiftnya bukan pagi dan siang. Melainkan, menggunakan jeda hari.

Namun saat ini Disdik Klungkung tetap mewajibkan sistem belajar daring untuk menghindari kontak langsung siswa.

Terkait siswa yang tidak mampu membeli HP masih dimungkinkan belajar Luring (Belajar diluar Jaringan), melalui siaran TV pendidikan.

“Siswa bisa belajar melalui Luring belajar dari TV, karena sebanyak 19 persen siswa masih belum dimungkinkan belajar Daring,” Pungkas Dewa Gde Darmawan.

Penulis/Editor : Roni/Oka Suryawan

- Advertisement -

Warga Temukan Orok di Parit Areal Jogging Track Sanur Kauh

SANUR, balipuspanews.com - Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of