Siswa-siswi SD dan SMP diajak menyaksikan fragmentari menggambarkan kisah hidup manusia prasejarah, Jumat (20/9).
Siswa-siswi SD dan SMP diajak menyaksikan fragmentari menggambarkan kisah hidup manusia prasejarah, Jumat (20/9).

NEGARA, balipuspanews.com- Jembrana memang memiliki museum pra sejarah yang ada di kelurahan Gilimanuk. Namun museum yang sudah ada puluhan tahun itu masih sepi pengunjung dan masih banyak warga terutama siswa yang belum menganalnya.

Agar siswa bisa memahami keberadaan museum beserta fungsinya, Pemkab Jembrana melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, menggelar kegiatan sosialisasi pemahaman museum pra-sejarah manusia atau sekolah masuk museum.

Ratusan siswa SD dan SMP serta forum anak daerah yang dikordinir Dinas PPAPPKB Jembrana diberikan pemahaman dan pengenalan Museum pra sejarah Gilimanuk. Selain diajak berkeliling , melihat berbagai koleksi prasejarah, siswa juga diberikan pemahaman literasi museum sebelumnya bertajuk museum masuk sekolah.

Mereka juga sempat menyaksikan film dokumenter sejarah manusia purba Gilimanuk diruang audiotorium setempat serta menyaksikan fragmentari yang mengisahkan peradaban manusia yang pertamakali datang ke Gilimanuk dengan berbagai kisahnya, oleh sanggar Sana Sini Jembrana.

Berbagai adegan dalam fragmentari itu menggambarkan kisah hidup mereka , mulai dari cara berinteraksi dengan sesamanya, cara bertahan hidup, dengan berburu binatang sampai menggunakan batu sebagai sarana senjatanya.

Kepala Bidang Kebudayaan Jembrana I Putu Sutardi mengatakan kegiatan ini bertujuan mengenalkan museum sebagai wahana edukasi khususnya kepada siswa sedari dini serta membangun karakter mereka sesuai budaya / kepribadian masyarakat Indonesia. Fungsi lainnya museum disebutnya, untuk tempat menampilkan atraksi budaya, serta berbagai kekayaan adat dan tradisi yang dimiliki bangsa.

“ Sejatinya fungsi museum itu banyak sekali, disamping memperdalam literasi sejarah melalui berbagai koleksinya, juga melestarikan kekayaan sejarah bangsa, sumber informasi , penelitian sekaligus wisata. Itu yang ingin kita tanamkan kepada mereka sejak dini, “ujarnya.

Sementara itu asisten II Pemkab Jembrana I Gusti Ngurah Sumber Wijaya, menyampaikan useum Pra-Sejarah Manusia Gilimanuk disebutnya satu-satunya Mmuseum yang ada di Bali dan bersifat Nekropolis .

“Ini artinya manusia jaman dulu menetap, berkerja dan meninggal disini sehingga museum ini banyak menyimpan bukti-bukti arkeologis tentang benda-benda pra-sejarah serta fosil manusia purba yang banyak ditemukan di wilayah Gilimanuk,” jelasnya.

Mantan Lurah Gilimanuk itu juga berharap, melalui kegaitan sosialisasi ini dapat menjadi sarana pendidikan,pusat studi dan rekreasi bagi peserta yang berasal dari pelajar. “ Banyak pengetahuan yang didapat dari kegiatan ini, khususnya menyangkut sejarah peradaban manusia,” terangnya. (nm/bpn/tim)