Nengah Arika Saputra Kamahayana ( tengah) siswa kelas IXD SMP PGRI 1 Denpasar yang meraih juara II pidato bahasa Bali.
Nengah Arika Saputra Kamahayana ( tengah) siswa kelas IXD SMP PGRI 1 Denpasar yang meraih juara II pidato bahasa Bali.

DENPASAR, balipuspanews.com- Prestasi membanggakan ditorehkan Nengah Arika Saputra Kamahayana siswa kelas IXD SMP PGRI 1 Denpasar.

Pelajar yang akrab dipanggil Arika itu berhasil merebut juara II lomba pidato bahasa Bali dalam rangka “Gebyar Budaya Hindu Stiki” tingkat SMP se-Bali, di kampus Stiki Denpasar, Minggu (19/1/2020).

Arika Putra berhasil mengalahkan 15 pesaingnya dari 17 peserta yang mengikuti lomba tersebut. Yang membanggakan, SMP PGRI 1 Denpasar pimpinan Dr. I Nengah Sukama, S.Pd., M.M dan Wakilnya I Nyoman Budiarta, S.Kom itu merupakan sekolah swasta satu -satunya yang berhasil merebut gelar juara.

Pembina Pidato Bahasa Bali, I Gede Sweta Getas, S.Pd, menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang berhasil diraih anak didiknya.

“ Kami mengapresiasi dengan diselenggarakannya lomba pidarta Bahasa Bali ini, dengan sering adanya event seperti ini, saya yakin bahasa sebagai akar dari kebudayaan kita tidak akan punah,” tegas pria asal Desa Antiga, Manggis, Karangasem didampingi Ni Luh Putu Utami Guniari, S.Ag.

Dikatakan pria yang akrab dipanggil Getas ini, anak didiknya Arika, memang memiliki segudang prestasi. Prestasi tersebut meliputi lomba mesatua, puisi dan berpidarta bahasa Bali, di tingkat Kota Denpasar, maupun tingkat Provinsi Bali dan beberapa kali juga menjuarai Porsenijar PGRI tingkat SMP.

Dirinya berharap, untuk mendukung program atau visi misi Gubernur Bali yang tertuang dalam Pergub 80 tahun 2018 tentang Penggunaan dan Perlindungan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali, kegiatan seperti ini harus dibangkitkan lagi dan sesering mungkin digelar agar kebudayaan Bali tidak redup dan tetap eksis.

“ Bahasa ibu harus tetap dijaga dan dilestarikan. Jangan malu menggunakan Bahasa Bali baik dalam pergaulan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Kalau tidak kita siapa lagi yang melestarikan,” ingatnya. (bud/bas)