SMAN Bali Mandara, DPRD Bali Terima Aspirasi Forkom Peduli Pendidikan

DPRD Bali saat menerima aspirasi dari Forum Komunikasi Peduli Pendidikan
DPRD Bali saat menerima aspirasi dari Forum Komunikasi Peduli Pendidikan

DENPASAR, balipuspanews.com – Wakil Ketua DPRD Bali didampingi Ketua Komisi IV menerima aspirasi dari Forum Komunikasi Peduli Pendidikan Masyarakat Bali dalam perjuangannya agar SMA/K Negeri Bali Mandara agar tetap bersekolah asrama bagi siswa miskin di Bali, Senin (20/6/2022) siang.

Menariknya, dalam penyampaian aspirasi tersebut para alumni SMA Bali mandara memberikan setangkai bunga mawar kepada para wakil rakyat yang berisikan tulisan #Save SMA/SMKN Bali Mandara.

Belasan alumni yang dipimpin Koordinator Forum Komunikasi Peduli Pendidikan I Ketut Sae Tanju menyampaikan, aspirasinya di depan Wakil DPRD agar masyarakat yang kurang mampu kembali ditampung di Sekolah Bali Mandara dengan sistem pendidikan asrama.

Ia menilai, sistem pendidikan yang diterapkan pada sekolah dibawah naungan Pemprov Bali ini sukses mengentaskan kemiskinan. Terbukti, jebolan eks Bali Mandara mampu meningkatkan derajat keluarganya.

Tak hanya itu, usai penyampaian aspirasi, forum juga menyerahkan kajian kualitas dan prestasi Sekolah Negeri Bali Mandara kepada DPRD. Besar harapannya agar melalui kajian yang diserahkan ini mampu mengubah kebijakan Gubernur Bali tentang Sekolah Bali Mandara yang akan statusnya disamakan dengan SMA/SMK Negeri pada umumnya atau non asrama.

Baca Juga :  Gubernur Koster Perjuangkan Nasib Tenaga Kontrak di Pemprov Bali

“Saya mohon DPRD perjuangkan nasib siswa miskin ini agar mampu meningkatkan derajat keluarganya. SMAN Bali Mandara sudah terbukti mampu mencetak lulusan yang baik. Saya harap DPRD perjuangkan Pendidikan sistem asrama seperti dulu,” harapnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry menyampaikan terima kasih atas masukan yang diberikan. Nantinya, apa yang menjadi masukan akan disampaikan kepada Gubernur Bali dan akan mendalami isi dari kajian yang diterima dari forum.

Sugawa mengatakan, bahwa kebijakan yang dilakukan Gubernur bukan tanpa alasan. Melainkan karena keterbatasan anggaran pemerintah Provinsi Bali saat ini akibat dari dampak pandemi Covid-19.

Politisi partai berlambang beirngin ini menegaskan, pada intinya nanti, Pemerintah tidak dapat memenuhi sepenuhnya aspirasi yang diinginkan demikian pula Pemerintah juga tidak kaku atau mentok terhadap kebijakan yang sudah dikeluarkan.

Baca Juga :  Kirab Merah Putih MBPS, Wagub: Dulu Melawan Penjajah, Kini Kemiskinan

“Nanti akan kami pelajari dan akan kami sampaikan kepada Bapak Gubernur. Nanti akan ada harmonisasi dari kebijakan ini. Sehingga jalan tengah akan diambil,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Bali Ir. I Gusti Putu Budiarta merinci, daya tampung SMAN Bali Mandara sebanyak 870 siswa. Sedangkan jumlah siswa miskin di Provinsi Bali sekitar 180 ribu. Dan yang tergolong siswa sangat miskin sekitar 18 ribu orang.

Berdasarkan data hal tersebut maka dilakukan kajian-kajian oleh Pemerintah Provinsi Bali dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali. Sehingga lahirlah kebijakan dari Gubernur.

“Setelah melakukan kajian, sehingga Gubernur mengambil jalan tengah dengan memberikan keadilan dan pemerataan siswa miskin dan sangat miskin. Artinya lebih dari 870 akan mendapatkan prioritas lebih dari itu,” paparnya.

Baca Juga :  Punya Banyak Kesamaan, PSI Potensial Perkuat KIB

Budiarta mencontohkan, bagi siswa miskin yang tidak bisa makan, nantinya akan dibantu beras dan lauk pauk oleh Pemprov Bali melalui Dinas Sosial. Sedangkan siswa miskin yang tidak dapat membeli pakaian akan dibelikan seragam oleh Dinas Pendidikan.

“Ini sebagai bentuk keadilan dan keseimbangan bagi siswa miskin di Bali. Bukan semata penghapusan nama Bali Mandara. Saya berharap bagi alumni Bali Mandara agar dapat menyalurkan ilmunya bagi adik-adik siswa miskin di seluruh Bali. Sehingga semua siswa SMA/K bisa sukses tidak hanya yang ada di Bali Mandara saja,” pungkasnya.

Penulis: Budiarta

Editor: Oka Suryawan