Soal Hare Krishna, PHDI Pusat Tegaskan Diputuskan dalam Forum Mahasabha

Polemik keberadaan Hare Krishna (HK) atau ISKCON
Polemik keberadaan Hare Krishna (HK) atau ISKCON

JAKARTA, balipuspanews.com – Polemik keberadaan Hare Krishna (HK) atau ISKCON mendapatkan perhatian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat.

Ketua Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) PHDI Pusat, Yanto Jaya mengatakan kewenangan memutus perkara tersebut bisa dilakukan melalui forum Pasamuan Agung atupun Mahasabha.

“PHDI itu punya tiga struktur, ada sabha walaka, sabha pandita dan parisada. Struktur di AD/ART semua lembaga itu yang nantinya akan memutuskan. Semua harus diputuskan melalui forum Pasamuan Agung atau Mahasabha,” ucap Yanto Jaya saat dikonfirmasi, Minggu (2/8/2020).

Sesuai mekanismenya, ia menjelaskan tiap persoalan yang bernilai penting dan memiliki pengaruh luas di masyarakat akan dikaji oleh sabha walaka.

“Hasil dari sidang dewan pakar itu nantinya akan dibawa dan diputuskan oleh sabha pandita. Begitu keduanya memutuskan, maka parisada tidak bisa menolak,” tegasnya.

Ketika ditanya waktu penyelenggaraan Pasamuan Agung maupun Mahasabha, Yanto Jaya mengatakan sesuai dengan ketentuan yang ada, Mahasabha diagendakan pada tahun 2021 mendatang.

“Sebelum Mahasabha akan didahului Pasamuan Agung. Di forum itu nanti semua pihak terkait akan menyampaikan pendapatnya termasuk Dirjen Bimas Hindu yang baru nanti, apabila telah ditunjuk oleh Presiden,” sebutnya.

Ia menekankan soal pro kontra keberadaan Hare Krishna sebagai sebuah aliran kepercayaan, maka yang perlu dipetakan adalah apakah kelompok di dalam kegiatan keagamaan itu menyimpang atau tidak dari agama induknya.

“Kita lihat saja, apakah ISKCON itu menyimpang dari ajaran Trimurti atau tidak. Kalau mereka mengakui Brahma, Wisnu dan Siwa. Selesai, berarti mereka Hindu bukan aliran kepercayaan,” tegasnya.

Penulis/Editor : Hardianto/Oka Suryawan