Jumat, Juni 14, 2024
BerandaBulelengSoal Pendataan Warga Kena PHK, Kadis : Harus Valid dan Belum Pernah...

Soal Pendataan Warga Kena PHK, Kadis : Harus Valid dan Belum Pernah Dapat Bansos

BULELENG, balipuspanews.com – Perhatian dan pendataan terhadap warga terdampak pandemi Covid-19 terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, terbaru masing-masing desa diminta untuk melakukan pendataan secara langsung warganya yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan belum pernah mendapatkan bantuan apapun.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, Putu Kariaman Putra menyampaikan teknis dari pendataan tersebut nantinya masyarakat yang terkena PHK akan dilakukan pendataan oleh masing-masing desa atau kelurahan dengan dilampiri surat keterangan PHK.

Setelah dilakukan pendataan nantinya pidak desa akan melakukan verifikasi dan validasi terkait status dari warga yang terdampak PHK.

“Nanti itu didata oleh pihak desa dengan tambahan pada kolom keterangan tercantumkan data warga yang kena PHK ini apakah sudah pernah dapat bantuan dari pusat ataupun daerah,” jelasnya saat dihubungi langsung diruang kerjanya, Jumat (27/8/2021) pagi.

Ditambahkan Kariaman bahwa bantuan yang dimaksud pernah didapat seperti program Bansos PKH, BST, BPNT, BLT DD. Sehingga nantinya data yang belum tercover, akan kembali dilakukan pemuktahiran data oleh pihak Desa/Kelurahan melalui musyawarah Desa untuk mendapatkan data yang update dan tentunya layak untuk menerima bantuan.

BACA :  Diduga Mabuk, Seorang Pria di Buleleng Nekat Lecehkan Anak Tetangga

Bahkan nantinya untuk warga yang masuk dalam daftar terkena PHK dan juga dianggap layak maka akan diajukan dalam daftar tunggu Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Dengan demikian program-program dari daerah/pusat bisa disalurkan melalui mekanisme ke DTKS secara tepat sasaran.

“Nantinya jika hal ini benar-benar dilakukan secara baik oleh pemerintah desa atau kelurahan maka data akan benar-benar valid,” imbuhnya.

Disinggung terkait warga yang dirumahkan, Kariaman menjelaskan ini sifatnya adalah desa yang memiliki data. Jika yang bersangkutan tidak pernah mendapat bantuan atau kategori tercecer, inilah program kami dari Pemda.

“Jika nanti ada program Bansos lainnya, kita akan tetap berkoordinasi dengan desa, karena mereka yang mengetahui data yang akan menerima bantuan dan dari desa juga yang akan menyalurkannya,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular