Soal Sangsi, Tidak Ada Dasar Hukum, Pasebaya Akan Koordinasi Dengan Desa Adat
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Karangasem, balipuspanews.com – Untuk memberikan efek jera bagi oknum pendaki Gunung Agung yang menerobos zona bahaya, Ketua Forum Pasebaya, I Gede Pawana menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak Desa Adat Sogra, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem terkait sanksi yang akan dijatuhkan apabila ada oknum yang kedapatan melanggar.

“Ya kami Pasebaya akan melakukan koordinasi dengan pihak Desa Adat untuk membahas sanksi yang akan diberikan jika ada pendaki nekat lagi,”  kata I  Gede Pawana, Jumat (12/01).

Menurutnya, hal ini sangat penting dilakukan sehingga ketika hal serupa terjadi kembali bisa dijadikan acuan relawan dalam menjalankan misi kemanusiaan untuk menciptakan efek jera.

Sementara itu,  Kapolsek Selat, AKP I Made Sudartawan juga mengakui cukup kesulitan untuk mengambil tindakan kepada para pendaki nekat tersebut karena memang tidak ada pasal yang dilanggar baik Undang – Undang maupun Perda.

“Ya kita gak bisa proses itu pendaki karena tidak ada pasal yang dilanggar baik Undang-Undang maupun Perda,” tandasnya.

Menurutnya, dalam hal ini sebaiknya semua pihak harus turut serta bertanggungjawab terutama peran aktif dari pemerintah, karena memang sejauh ini yang ada hanya sebatas imbauan saja agar tidak melakukan pendakian di Gunung Agung.

Selain itu, terkait pariwisata hendaknya para pelaku pariwisata juga jangan sampai kebablasan. seperti kata Bule Australia yang melakukan pendakian baru-baru ini mengaku mendaki Gunung Agung karena sudah dinyatakan aman oleh pihak hotel tempatnya menginap.

Tinggalkan Komentar...