I Nyoman Parta
I Nyoman Parta
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com– Kejadian di Tempat Penitipan Anak (TPA) di Denpasar yang memakan  korban bayi berusia tiga bulan yang beberapa hari lalu terjadi, Dewan Bali menilai hendaknya TPA harus mengantongi ijin sebelum beroperasi.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Parta ketika dimintai keterangan terkait kejadian yang terjadi beberapa hari lalu teraebut, dirinya mengatakan TPA itu penting, untuk mengatasi kesibukan orang tua ketika harus bekerja, namun harus ada yang mengasuh anaknya.

Politisi asal Desa Guwang, Sukawati,  Gianyar menambahkan bahwa untuk mendirikan TPA harus mengikuti peryaratan pendirian TPA , dan personal yang mengurus TPA pun harus bagus.

“Apalagi menyangkut urusan anak, persoalan pidana, jika sampai ada orang hilang,” katanya usai menggelar rapat tentang perekrutan Penyuluh Bahasa Bali, di Ruang Baleg, Kantor DPRD Provinsi Bali, Selasa (14/5) di Denpasar.

Disamping itu, lanjut Parta, Pemerintah Kabupaten/Kota juga harus selektif dan  lebih banyak melakukan monitoring dalam persoalan berdirinyaTPA di Kabupaten/Kota masing-masing.

Seperti diketahui,  TPA Princess House Childcare (PHC) di Jalan Badak Sari I nomor 2A, Denpasar Barat dan di Jalan Nusa Kambangan, Denpasar Barat, milik Ni Made Sudiani Putri, (39) yang sudah beroperasi selama 3 tahun, tidak memiliki ijin lengkap.

Ijinnya hanya Akte Yayasan alias tidak mengantongi ijin dari dinas terkait seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial. (Bud/bpn/tim).

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here