Kakek Fadli pelaku sodomi diamankan polisi
Kakek Fadli pelaku sodomi diamankan polisi

MENGWI, balipuspanews.com- Tersangka Fadli, 57, ditangkap Polisi setelah mencabuli bocah SD, berinisial AF,10, hingga puluhan kali di kebun milik tersangka di Br. Gede, Desa Anggungan, Mengwi, Badung.

Menurut Kasat Reskrim AKP Laorens R. Heselo, kasus pencabulan ini terungkap berdasarkan penuturan ibu korban yang curiga melihat perilaku anaknya. Sebelumnya, pelapor mengakui anaknya, pada Sabtu (8/2/2020) sekitar pukul 04.00 Wita, sempat dipanggil oleh tersangka untuk datang ke rumahnya.

Selanjutnya, bocah SD laki-laki itu pulang ke rumahnya sekitar pukul 07.00 Wita.

“ Ibunya curiga melihat prilaku anaknya yang berjalan tertatih-tatih, namun saat ditanya bocah SD tidak mau menjawab,” ungkapnya, Senin (17/2/2020).

Curiga, ibunya kemudian menyuruh anaknya untuk membuka baju dan celana. Setelah diperiksa, ibu korban menemukan ada rambut nempel di bagian anus korban. Semakin penasaran, ibu korban mengecek ulang, ternyata ada bagian pinggir luar bagian anus korban yang lecet.

“ Ibunya menanyakan apa yang terjadi, dan korban akhirnya mengakui dicabuli tersangka dengan cara memasukkan kemaluannya ke anus korban,” terang perwira asal Papua ini.

Dari keterangan bocah laki-laki itu, perbuatan cabul itu tidak dilakukan hanya sekali, tapi sudah berulang kaki sejak awal semester anaknya bersekolah.

“ Seingat korban, dia dicabuli lebih dari 44 kali. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Badung,” bebernya.

Setelah menerima laporan, petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Badung dipimpin Kanit IV Reskrim Ipda Komang Juniawan, SH.,MH, melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka di rumahnya di Br. Gede, Desa Anggungan, Mengwi, Badung, pada Sabtu (8/2/2020) sore.

Dari hasil interogasi dikuatkan dengan alat bukti lainnya, kakek yang sudah berusia 57 tahun itu mengakui perbuatannya. Ia jujur mengakui mencabuli korban di kebun miliknya yang masih satu areal tempat tinggalnya.

“ Dia mengaku sudah 25 kali mencabuli korban. Kami masih memeriksa keterangannya,” ujar AKP Haselo. (pl/tim/bpn)