Ilustrasi padi yang siap panen (Ist)
sewa motor matic murah dibali

Denpasar, balipuspanews.com –  Bertepatan pada Soma Pon Wuku Sinta, Senin (19/3), masyarakat Bali merayakan hari  Soma Ribek.

Masyarakat memaknai, hari raya Soma Ribek merupakan waktu untuk mengungkapkan rasa syukur atas karunia berlimpahnya hasil panen padi di sawah.

Meski perayaan terkait melimpahnya panen padi, namun ada pantangan bagi masyarakat tepat pada Soma Ribek. Yakni pantangan menumbuk padi serta menjual padi dan beras, yang merupakan cara manusia Bali menghormati serta memuliakan Bhatari Sri yang telah menganugerahkan pangan bagi umat manusia. Dalam tradisi Bali, cara yang lazim ditempuh untuk menghormati atau memuliakan adalah  dengan jalan brata (berpantang).

Dosen Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, I Made Wiradnyana menyatakan, berbagai pantangan yang menyertai sebuah hari raya di Bali bertujuan untuk memberikan orang Bali kesempatan memfokuskan diri pada aktivitas spiritual guna mencapai makna hari raya itu.

“Bagi orang Bali (Hindu), hari raya itu memang pendakian spiritual, bukan hura-hura. Itu sebabnya, banyak hari raya orang Bali diikuti dengan pantangan,” kata Wiradnyana. (bp)

Tinggalkan Komentar...