Senin, Juli 22, 2024
BerandaNewsHukum & KriminalSopir Asal Sumba Yang Mabuk Dengan Pisau Terhunus Akhirnya Ditahan Polres Klungkung

Sopir Asal Sumba Yang Mabuk Dengan Pisau Terhunus Akhirnya Ditahan Polres Klungkung

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Akhirnya Polres Klungkung melakukan langkah tegas dengan melakukan penahanan terhadap Sopir Truck Jhonatan T. Baiya, (35 ) yang berasal dari Sumba Barat, Kabupaten Sumba Barat, NTT yang tinggal sementara di Br. Lekok, Desa Sampalan Klod, Dawan, Klungkung pada Minggu(19/7) sore.

Kepastian penahanan tersangka Jhonatan T. Baiya, (35 ) ini ditegaskan oleh Kasubag Humas Polres Klungkung AKP Putu Gde Ardana,SH atas ijin Kapolres AKBP Bima Arya Viyasa,SIK.

Menurut Kasubag Humas Polres Klungkung AKP Putu Gde Ardana penahanan terhadap tersangka
Jhonatan T. Baiya, (35), karena dijerat dengan UU Darurat dan berulah, mengamuk usai pesta miras serta yang memberatkan tersangka karena melakukan pengrusakan serta membawa pisau tajam saat mabuk.

Kejadian yang sempat menggemparkan warga Lepang ini terjadi pada Sabtu 18 Juli 2020 sekira pukul 15.15 Wita di Jalan By Pass IB. Mantra seputaran Pos Polisi Lepang, Banjarangkan, Klungkung.

Dimana pelaku dalam kondisi mabuk mengamuk dan melakukan pengerusakan membawa senjata tajam dengan korbannya Gusti Ngurah Jaya, (47), di Br. Lepang.

BACA :  Dubes Hongaria: Kolaborasi Indonesia-Hongaria di Bidang Kependudukan Tingkatkan Kesejahteraan Penduduk Kedua Negara

Adapun saksi yang mengetahui kejadian tersebut Oktavianus Latebili, laki, (36) , supir truk, alamat sementara Br. Lepang, Desa Takmung, Banjarangkan, Klungkung dan Gusti Ngurah Jaya (47) di Br. Lepang, Desa Takmung, Banjarangkan, Klungkung.

Dijelaskan Kasubag Humas Polres Klungkung AKP Putu Gde Ardana, kejadian orang mengamuk itu terjadi pada pada  Sabtu, 18 Juli 2020 pukul 10.00 Wita  dengan saksi Oktavianus Latebili dan pelaku Jhonatan T. Baiya, (35) minum arak sebanyak 2 botol minuman mineral tanggung bersama di tempat kos saksi berlokasi di Br. Lepang, Banjarangkan, Klungkung.

Kemudian dalam kondisi mabuk pelaku  mengamuk di dalam kos dan keluar ke Jalan Raya By Pass IB. Mantra sekitar Pos Polisi Lepang.

Pukul 15.00 saksi/korban melihat pelaku  memberhentikan kendaraan yang melintas dan merusak papan triplek milik saksi Gusti Ngurah Jaya yang juga korban dengan menggunakan sebuah pisau tajam. Selanjutnya warga merasa resah kemudian melaporkan tersangka pelaku ke MaPolres Klungkung.

“Atas kejadian pengrusakan itu korban mengalami kerugian material Rp300 ribu. untungnya tidak ada korban jiwa,” terang AKP Putu Gde Ardana.

BACA :  Hektaran Lahan Kebun Mente dan Mangga di Desa Tianyar Tengah Hangus Terbakar

Kasus tersebut oleh korban memang diselesaikan  dengan kekeluargaan. Keluarga pelaku bersedia mengganti rugi segala kerusakan.

Namun karena pelaku membawa senjata tajam oleh Kepolisian pelaku tetap diproses hukum karena tersangka pelaku dijerat dengan pasal 2 ayat 1 Undang Undang Darurat tahun 1951 yo pasal 406 KUHP dengan ancaman hukuman setinggi-tingginya 10 tahun penjara.

“Barang siapa tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperolehnya, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata pemukul, senjata penikam atau senjata penusuk. Pelaku dapat diancam dengan pidana penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun penjara,” terang AKP Putu Gde Ardana terkait penahanan tersangka pelaku.

Penulis/Editor : Roni/Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular