Sopir Truk Demo di Ketapang, Penyeberangan Bali-Jawa Sempat Ditutup

Ratusan kendaraan yang akan menyeberang ke jawa memadati Pelabuhan Gilimanuk, Senin (3/1/2022) sore.
Ratusan kendaraan yang akan menyeberang ke jawa memadati Pelabuhan Gilimanuk, Senin (3/1/2022) sore.

JEMBRANA, balipuspanews.com– Ratusan kendaraan yang akan menyebrang ke Jawa, Senin (3/1/2021) sore harus menunggu cukup lama. Penyebabnya karena penyebrangan lintas Jawa-Bali ditutup.

Ditutupnya penyebrangan itu karena puluhan sopir truk yang menggelar aksi demi di pelabuhan Ketapang, Banyuwangi memblokir akses penyebrangan. Mereka menutup akses masuk dan keluar pelabuhan dengan truk-truk besar.

Sopir-sopir truk itu melakukan demo menolak RUU iover dimensi over loading (ODOL). Penutupan akses Pelabuhan Ketapang akan tetap dilakukan sampai BPTD Dishub, Sekda dan Bupati menemui mereka memberi penjelasan apakah RUU ODOL bisa direvisi atau mereka boleh uji KIR.

Akibat akses pelabuhan diblokir maka mau tidak mau penyebrangan ditutup. Penutupan mulai dilakukan pukul 14.10 Wita.

Imbas ditutupnya penyebrangan membuat penguna jasa yang akan menyebrang ke Jawa, menumpuk di pelabuhan Gilimanuk.

Karena kendaraan terutama mobil pribadi wisatawan lokal (Wislok) yang akan balik ke Jawa setelah berlibur di Bali maka antrean sampai keluar pelabuhan.

Sementara itu puluhan truk yang mengikuti acara ulang tahun komunitas truk Jembrana memilih diam di terminal kargo menunggu penyebrangan dibuka.

“Kita menunggu disini saja. Kalau sudah buka baru menyebrang,”ujar salah satu sopir truk.

Beruntung aksi demo sopir truk ODOL di Ketapang tidak berlangsung lama. Setelah aspirasi mereka diterima, akhirnya blokade dibuka dan akses keluar masuk pelabuhan bisa dilintasi.

Penyebrangan kemudian dibuka lembali pukul 15.30. Semua kapal yang awalnya diam kemudian kembali beroperasi melayani penyebrangan.

“Penyebrangan ditutup sementara karena ada demo terkait ODOL di Ketapang. Saat ini penyebrangan sudah dibuka,”ujar Kasatpel BPTD Gilimanuk saat dikonfirmasi.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan