Sosialisasi, Polisi Gelar Rakor Persiapan Pengamanan KTT G20

Polresta Denpasar dan Kodim 1611/Badung menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan para Tokoh Agama dan Adat di Desa Sanur
Polresta Denpasar dan Kodim 1611/Badung menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan para Tokoh Agama dan Adat di Desa Sanur

DENPASAR, balipuspanews.com – Menyambut perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung pada Bulan November 2022 di Nusa Dua, Polresta Denpasar dan Kodim 1611/Badung menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan para Tokoh Agama dan Adat di Desa Sanur.

Rapat koordinasi ini dilakukan untuk menyatukan persamaan persepsi dalam hal pengamanan. Selain itu, rakor dilaksanakan bertalian erat dengan sterialisasi jalur di sepanjang lajur Denpasar Selatan yang akan dilalui para Kepala Negara dan delegasi.

Rencananya ada 2 lokasi yang akan dikunjungi yakni Hutan Mangrove di Jalan By Pass Ngurah Rai Sanur dan Venue Kura Kura Island dikawasan BTID Serangan. Tak hanya itu sejumlah hotel yang menjadi tempat menginap para delegasi G20 juga diantisipasi.

Rakor berlangsung di Yayasan Pembangunan Sanur Jalan Danau Buyan, Kelurahan Sanur, Denpasar Selatan, pada Senin (3/10/2022). Hadir dalam kegiatan itu Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, S.H.,S.I.K., M.Si. bersama Dandim Kolonel Inf. Dody Trio Hadi, S.Sos.,M.Si., dan Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana, S.Sos.,M.Si.

Baca Juga :  Penentuan Capres KIB Berpengaruh pada Dinamika Peta Politik Nasional

Turut hadir pula Camat, Danramil, Kapolsek Denpasar Selatan, Majelis Alit, Kades, Lurah, Jro Bendesa, Ketua Pecalang se-Kecamatan Denpasar Selatan, Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, GM Indonesia Power, Pengurus Mesjid/Mushola, Pengurus Gereja dan juga para manager Hotel tempat menginap Delegasi di wilayah Denpasar Selatan.

Kombes Bambang mengatakan pihaknya mengajak masyarakat untuk melakukan deteksi dini yang di mulai dari pendataan penduduk pendatang untuk antisipasi pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin menganggu ataupun mengagalkan event G20.

Dijelaskannya, rangkaian pelaksanaan G20 sudah dimulai sejak awal tahun 2022 dan event terakhir pada bulan November 2022 mendatang.

“Mari kita bersama-sama menjaga situasi keamanan menjadi sangat mutlak harus dilakukan demi menjaga nama baik Bangsa dan negara Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga :  Tim Gabungan BNNP dan Bea Cukai Ungkap 10 Kg Ganja Kering Asal Medan

Ia juga memohon kepada semua pihak termasuk Majelis Adat, Pecalang dan juga pengurus Mesjid maupun Gereja turut ikut menjaga situasi Kamtibmas di wilayah masing-masing.

Senada disampaikan Dandim 1611 Badung yang meminta kepada para tokoh Adat, Pemerintahan, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat bersinergi dan bersama memelihara keamanan di Wilayah Denpasar Selatan.

“Kita sosialisasikan dari sekarang mengenai acara puncak pertemuan Presidensi G20 dan nanti pada saat pimpinan kepala Negara melintas wilayah Denpasar Selatan akan  dilakukan sterialisasi jalan sehingga perlu untuk disosialisasikan kepada masyarakat demi suksesnya acara tersebut,” tegasnya.

Sementara Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana menyampaikan apresiasinya dimana saat ini Forkopimda Kota Denpasar memiliki kerjasama yang sangat luar biasa dalam menghadapi setiap permasalahan baik itu keamanan maupun sosial di wilayah Kota Denpasar.

Baca Juga :  Denpasar Raih Penghargaan Nasional Reformasi Birokrasi dari Kementerian PAN-RB

“Denpasar Selatan khususnya Sanur menjadi penunjang kegiatan G20 dimana akan ada Kepala Negara maupun Delegasi yang berkunjung maupun menginap di Sanur.

Mari kita bijak bermedia sosial tidak memposting hal yang membuat kegaduhan di masyarakat, dan tentunya ini akan berdampak pada pariwisata sehingga membangkitkan perekonomian di Bali khususnya Denpasar,” ujarnya.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan