Kapolres Badung bersilaturahmi dengan mantan bupati Badung AA Gede Agung di Puri Mengwi
Kapolres Badung bersilaturahmi dengan mantan bupati Badung AA Gede Agung di Puri Mengwi

MANGUPURA, balipuspanews.com -Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi  bersilaturahmi dengan mantan bupati Badung yang kini menjadi anggota DPD RI Dapil Bali, AA Gede Agung di Puri Mengwi, Sabtu (4/4/2020).

Kedatangan perwira dua melati dipundak itu didampingi Kabag Ops Kompol I Wayan Suana, SH dan Kapolsek Mengwi Kompol I Gede Eka Putra Astawa, SH. SIK.

Perwira menengah lulusan Akpol tahun 2000 ini menyampaikan tujuan kunjungan adalah untuk bersilaturahmi dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif ditengah-tengah mewabahnya virus corona.

Menurut Kapolres, upaya yang dilakukan jajaran Polres selama ini banyak di dukung oleh masyarakat. Untuk itulah pihak kepolisian ingin bersinergi dengan tokoh Puri Mengwi dalam  mengantisipasi meluasnya virus corona.

Kepolisian pun berharap agar tokoh Puri Mengwi ikut berperan aktif menyampaikan informasi ke masyarakat agar patuh terhadap aturan pemerintah. Diketahui, Mengwi Badung memiliki wilayah yang sangat luas, terdiri dari 35 Desa Adat dan Desa Dinas.

AKBP Roby mengatakan, terkait pengamanan personil Polres Badung dalam antisipasi corona, sudah dilakukan semaksimal mungkin. Ia pun menyampaikan, jika ada yang terpapar akibat Virus Corona, pihaknya sudah memiliki prosedur tersendiri.

“ Kecuali korban kecelakaan lalu lintas dan kriminalitas langsung ditangani, namun tetap menggunakan masker dan sarung tangan sebagai tindakan antisipasi,” terangnya.

Sementara itu dalam tanggapannya, AA Gede Agung menyampaikan terima kasih ke pihak kepolisian khususnya Polres Badung beserta jajarannya. Sejak mulai adanya isu Virus Corona, Polri sudah berupaya untuk mencegahnya.

“ Apa-apa polisi, apa-apa polisi, bahkan mengawali penyemprotan Disinfektan dengan mobil Water Cannon, ya polisi,” sambung mantan Bupati Badung.

Menurutnya, personil Polri harusnya dilengkapi dengan Masker N95 disamping sarung tangan yang memadai.

“ Saya tegaskan, bahwa kami sebagai warga masyarakat sangat mendukung tindakan kepolisian lewat gerakan diam dirumah, tidak melakukan pelibatan masa yang banyak dalam penyelenggaraan upacara adat maupun agama serta menghimbau masyarakat terutama para Pecalang tidak berlaku berlebihan dalam mengartikan isolasi mandiri tersebut,”kata penglingsir Puri Mengwi itu. (pl/tim/bpn)