Dialog kasus Sudaji di salah satu stasiun radio di Buleleng
Dialog kasus Sudaji di salah satu stasiun radio di Buleleng

SINGARAJA, balipuspanews.com – Kasus ngaben di Desa Sudaji masih terus bergulir dalam acara yang digelar salah satu stasiun radio di Buleleng.

Dalam acara dikemas dialog itu Kapolres Buleleng yang diwakili Kabag Ops Polres Buleleng Kompol A.A Wiranata Kusuma.S.H.,M.M mengatakan jika berkas kasus tersebut dikembalikan oleh pihak kejaksaan akan tetapi tidak bisa diartikan berkas tersebut salah, namun pihaknya masih berusaha menggali lebih dalam apa yang masih pihak kejaksaan perlukan dan jika tidak bisa dipenuhi pihak kepolisian maka peluang untuk terbitnya SP3 tetap ada.

“Peluang tetap ada tapi kita masih menunggu dari kejaksaan seperti apa nanti petunjuknya kalau memang memenuhi untuk SP3 pasti kita lakukan dan tidak perlu kita perpanjang lagi bahkan kita buat-buat cari yang lain kalau memang ada peluang begitu dan memang fakta hukum seperti itu kita lakukan,” ujar Wiranata (2/5/2020).

Kompol A.A Wiranata juga menekankan terkait jika kasus tersebut bisa saja SP3, sebab jika itu turun bukan berarti itu sebuah kesalahan namun itu murni karena fakta hukumnya ada pasti pihaknya akan melakukan SP3 tetapi jika fakta hukumnya tidak bisa menjamin kemungkinan besar fakta tersebut tidak akan diturunkan, mengingat fakta hukum tersebut begitu penting.

“Jadi ditekankan lagi kalaupun nanti barang kali kita akan melakukan tindakan mungkin SP3 bukan berarti karena tekanan tertentu akan tetapi karena fakta hukumnya seperti itu jadi itu yang saya sampaikan, jadi apapun yang kita lakukan demi masyarakat Buleleng,” imbuhnya.

Selain itu ditambahkan bahwa kasus ngaben tersebut masih dikejaksaan dan masih menunggu apa proses berikutnya. Sehingga pihaknya tetap menegaskan bahwa dikembalikannya kasus tersebut bukan berarti ada kesalahan namun jika permintaan kejaksaan untuk memenuhi unsur-unsur yang masih diperlukan, tetu pihaknya akan coba memenuhi, akan tetapi jika tidak bisa dipenuhi serta mengarah ke SP3 maka itu yang akan dipenuhi demi memberikan yang terbaik untuk masyarakat Buleleng.

“Di kejaksaan tinggal menunggu bagaimana nanti dari pihak disana, tentu kita akan ikuti seperti itu, dan tetap berkas dikembalikan bukan berarti salah itu yang harus dipahami, kalau mengarah ke SP3 maka itu yang akan kita lakukan tapi kalau diminta untuk memenuhi yang dibutuhkan pihak kejaksaan dan kita bisa penuhi tentu lain lagi, intinya kita memberikan yang terbaik untuk masyarakat buleleng,” tutupnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya beberapa ormas Hindu berharap kasus yang melibatkan tersangka Gede S bisa diberikan SP3 agar situasi menjadi kondusif.

Penulis/editor : Nyoman Darma/Artayasa