Wakil Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra, Sp.Og. 

Singaraja, balipuspanews.com — Buleleng memang dijatah sepuluh dokter spesialis dari Kementrian Kesehatan RI. Namun jatah tersebut dinilai masih kurang, utamanya untuk dokter spesialis anestesi. Solusinya, Pemerintah Buleleng pun melakukan penjajagan kerjasama dengan Universitas Udayana (Unud) Denpasar, terkait pemenuhan dokter spesialis anestesi untuk ditugaskan di dua RS Pratama di Buleleng.

Rupanya, penjajagan itu berbuah manis. Unud merespon baik permintaan Pemkab Buleleng. Rencananya, tahun 2019 nanti, Dinas Kesehatan Buleleng akan menandatangani MoU dengan Bagian Anestesiologi Fakultas Kedokteran (FK) Unud RSUP Sanglah Denpasar.

sewa motor matic murah dibali

Wakil Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra, Sp.Og mengatakan dalam kesepakatan tersebut, Bagian Anastesy Fakultas Kedokteran (FK) Unud akan mengirimkan Chief Residen ke Buleleng. Mereka akan melayani dua RS Pratama di Buleleng, yakni RS Pratama Tangguwisia, Kecamatan Seririt dan RS Pratama Giri Emas, Kecamatan Sawan.

“Sehingga pelayanan rumah sakit yang sedang berjalan lebih optimal lagi untuk kegiatan operasi. Terlebih dokter bedah dan dokter kandungan yang mengambil tindakan khususnya di RS Pratama sudah siap,” kata Wabup Sutjidra, saat dikonfirmasi Kamis (13/12) siang di gedung DPRD Buleleng.

Imbuh Sutjidra, dokter spesialis ini akan bekerja sistem bulanan. Mulai dari dua bulan hingga tiga bulan. Jadwal kerja dokter spesialis ini akan diatur oleh Bagian Anestesiologi Fakultas Kedokteran (FK) Unud RSUP Sanglah Denpasar. Mereka pun akan dikirim secara bergiliran sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Statusnya mereka bekerja, bukan praktik. Karena mereka sudah Chief Residen. Jadi mereka itu sudah bisa mengambil keputusan (tindakan). Tetapi kalau status pendidikannya memang mereka belum tamat. Hanya saja tinggal dikukuhkan,” imbuh Sutjidra.

Lalu bagaiamana dengan kesiapan anggaran?

Politisi asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan ini mengklaim jika Pemkab Buleleng sudah menyiapkannya. Utamanya dari sisi akomodasi, baik perumahan maupun transportasinya. Hanya saja, terkait jasa pelayanan, pemerintah akan langsung berkoordinasi dengan Bagian Anestesi FK Unud.

“Karena statusnya pendidikan, mereka (Chief Residen) tidak boleh berhubungan dengan hal-hal demikian (jasa pelayanan). Kerjasama diharapkan dimulai pada tahun 2019 mendatang. Minimal setiap rumah sakit Pratama ada dua dokter speialis. Nanti mereka kerjanya sistem sip, ada pagi ada malam,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar...