Spesialis Bobol Bengkel di Kecamatan Sawan Diamankan, Satu Dibawah Umur

Tersangka pencurian saat digelandang petugas menuju tempat pers konferens
Tersangka pencurian saat digelandang petugas menuju tempat pers konferens

BULELENG, balipuspanews.com – Empat orang tersangka spesialis pembobol bengkel diamankan Unit Reskrim Mapolsek Sawan, Minggu (14/2/2021).

Keempat tersangka itu adalah KD,24, asal Banjar Dinas Tegal, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. KS,16, asal Banjar Dinas Ancak, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. GS,31, Banjar Dinas Badung, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, dan DR,31, Dusun Jatirejo, Desa Glagah Agung, Kecamatan Purwo Harjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Informasi yang dihimpun keempat tersangka itu berhasil diungkap berkat adanya laporan pengaduan dari warga yakni KH,28, dan MD,44. Bermodalkan laporan tersebut akhirnya Kapolsek Sawan AKP I Ketut Karwa langsung memerintahkan anggota Opsnal untuk melakukan penyidikan.

Akhirnya, Minggu (14/2/2021) sekiranya pukul 10.00 WITA informasi tentang ciri-ciri orang yang pernah menawarkan mesin pompa air dan menjual alat-alat bengkel berhasil di dapat.

“Dari penyelidikan dan keterangan saksi-saksi akhirnya empat nama tersangka didapat. Pertama KD yang diintrogasi hingga didapat tidak tersangka lainnya,” terang Kapolsek Sawan AKP I Ketut Karwa kehadapan awak media, Senin (22/2/2021).

Usai dilakukan penangkapan akhirnya terungkap secara keseluruhan para tersangka telah melakukan pencurian di enam TKP dengan rincian empat buah mesin pompa air yang semuanya dijual satu persatu kepada pembeli rongsokan keliling.

Sementara dari hasil penyisiran di lapangan didapat barang bukti berupa satu buah mesin pompa air, dua buah gerinda tangan, satu buah bor tangan, satu buah travo las listrik, satu buah spite cat, satu buah dongkrak, satu buah tang dan satu buah obeng.

“Pembeli orangnya tidak dikenal dan mesin tersebut dijual bukan kepada satu orang saja,” singkatnya.

Saat ini pelaku dapat disangka melanggar Pasal 363 ayat (1) ke 3 dan 4 KUHP dan diancam dengan penjara pidana paling lama tujuh tahun. Sedangkan terhadap satu orang tersangka karena masih dibawah umur maka proses hukumnya tersendiri untuk dilakukan Diversi.

Disisi lain salah satu pelaku yakni KD yang tidak lain menjadi pelaku utama dalam kasus tersebut mengaku melakukan pencurian tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Bahkan hal tersebut direncanakan berdua dulu dengan salah satu rekannya yakni KS yang masih dibawah umur sebelum mengajak tersangka lainnya.

“Ini semua hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari dengan teman-teman, saya jual sama pedagang rongsokan keliling,” tandasnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan