I Gusti Ayu Biksuni, S.H., Perbekel Desa Pertima saat usai pentas di Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar.
I Gusti Ayu Biksuni, S.H., Perbekel Desa Pertima saat usai pentas di Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar.

KARANGASEM, balipuspanews.com- Bisa tampil di Pesta Kesenian Bali (PKB) tak semudah membalikkan telapak tangan. Penuh perjuangan dan kerja keras agar bisa tampil di ajang bergengsi kelas Gong Kebyar pada parade budaya di panggung Ardha Candra, Art Center, atau sering disebut karpet merah (red carpet). Berkat tangan dingin kepemimpinan Gusti Ayu Biksuni semua itu bisa terwujud.

Sekaa Gong Widya Swara Garini, Desa Pertima, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem berdiri sejak tahun 2016 berkat gagasan wanita kelahiran 10 Februari 1967 yang tiada lain I Gusti Ayu Biksuni, S.H selaku Perbekel Desa Pertima.

Biksuni merasa merasa bangga atas bisa tampil mewakili kabupaten Karangasem dalam PKB yang bertemakan “Bayu Premana”, keberhasilan ini merupakan perjuangan sejak tahun 2017 dalam seleksi gong kebyar wanita saat itu mampu memperoleh juara II hingga bisa tampil maju ke PKB 2019 kemarin.

Awal membentuk sekaa gong wanita ini pihaknya mengumpulkan ibu-ibu PKK dan sekaa truni yang terdiri dari tiga Desa adat dan tiga belas banjar dinas. Tentu mengkordinir tigabelas banjar dinas pekerjaan mudah, perlu kesabaran dan kerja keras untuk mengabdi kepada Desa, membangun dan mensejahterakan masyarakat Deaa Pertima.

“Astungkara kita mampu tampil maksimal, walau tidak sempurna tetapi bagi kami tampil maksimal dan juari tampil dengan juari pasti juara. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut mendukung dan menyukseskan penampilan Gong Kebyar Wanita Putri Widya Swara Garini, baik berupa materi maupun sumbangsih pikiran dan tenaga ungkapnya,” ungkap istri dari Ketut Mertada, saat dihubungi via whattapp, Senin (8/7).

Memiliki kecintaan tehadap seni dan budaya yang tinggi, dirinya memiliki motivasi ingin melestarikan seni dan budaya Bali serta merasa terpanggil untuk mengangkat potensi- potensi Desa yang ada. Dengan harapan mampu bersaing dengan kaum laki-laki, walau tidak semuanya kemampuan laki-laki bisa lakoni.

Selain sukses mendirikan Sekaa gong kebyar wanita, banyak prestasi yang ditorehkan wanita empat anak ini diantaranya melakukan perbaikan saluran irigasi di semua subak yang ada di wilayah Desa Pertima. Selain itu terkait kebersihan lingkungan, dirinya juga berhasil melakukan pengelolaan air Limbah Rumah tangga berupa pembentukan bak IPAL, dan membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Timbrah.

Wanita yang baru menjabat sejak 2016 sebagai perbekel Desa Pertima, menjadi Kades perempuan sebagai bentuk kesetaraan Gender, dimana masih banyak sekali terjadi perbedaan hak antara laki-laki dan perempuan.

“Menurut pandanga kami, bahwasannya perempuan selalu dikesampingkan dan banyaknya permasalahan sosial yang saya sering temui di masyarakat,” Biksuni memungkasi.( bud/bpn/tim).