SEMARAPURA, balipuspanews.com – Melambungnya harga beras di Bumi Serombotan Klungkung mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua Komisi III DPRD Klungkung I Wayan Buda Parwata. Untuk itu, politikus Hanura asal Banjarangkan ini mendesak tim gabungan menggelar operasi pasar.
“Seharusnya kenaikan harga beras bisa dicegah. Kan banyak ada stok beras. Untuk itu harus dilakukan operasi pasar,” kata Buda kepada balipuspanews.com, Senin (4/3/2024).
Ditanya kemungkinan ada pihak yang bermain sehingga harga beras terus naik, Buda tidak menampiknya.
“Semua saudagar beras punya banyak gudang. Tim terkait bisa turun langsung ke gudang untuk mengecek langsung. Apakah ada beras yang distok atau bagaimana,” sebutnya.
Lebih jauh kata Buda, kalau terbukti ada penimbunan, pihaknya mendesak agar ijinnya dicabut.
“Jangan membuat susah rakyat. Kalau terbukti ada penimbunan,” cabut saja ijinnya kata Buda dengan nada tinggi.
Seperti diketahui, harga beras belakangan terus mengalami kenaikan dari harga normal Rp 10 ribu perkilogram, kini sudah menyentuh Rp 15 ribu perkilogram. Kenaikan harga bukan hanya berlangsung di Klungkung, tapi hampir semua Kabupaten di Bali.
Penulis/Editor: Oka Suryawan



