Grand opening Stel Peleng Buleleng, Kamis (19/9) malam.
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Stel Peleng hadir di Buleleng. Sesuai namanya, tempat nongkrong kekinian beralamat di jalan WR Supratman, Penarukan-Singaraja itu, mengusung konsep garasi. Biasanya, garasi yang kita temui mungkin terlihat amburadul, namun tidak begitu di Stel Peleng Buleleng. Seluruh ornamen antik seperti kerangka VW Kodok, sepeda motor dan tape recorder jadul tersusun apik dan rapi dengan posisi menempel di dinding.

 

 

Indoor Stel Peleng Buleleng.

 

Pantauan, tak hanya dipenuhi ornamen antik, tepat di indoor kafe Stel Peleng Buleleng, juga terdapat panggung pentas untuk penyanyi solo atau grup band lengkap dengan sound system build up.

Pengunjung pun tak usah khawatir bakal merogoh kocek dalam-dalam agar bisa menikmati beragam menu makanan dan minuman, lantaran harga makanan dan minuman di Stel Peleng Buleleng cukup bersahabat.

Nah, ide keren tata ruang barang-barang antik Stel Peleng Buleleng tak lepas dari tangan dingin sang owner, yakni Nyoman Ratayasa.

Konsep tata ruang Stel Peleng Buleleng, sebut Ratayasa memang sengaja dibikin sedemikian rupa alias berbeda dari konsep sejumlah kafe di Buleleng.

Masih kata Ratayasa, Stel Peleng Buleleng memiliki tagline, ngopi, makan, minum, nongkrong, tidak hanya mengutamakan sisi bisnis semata. Stel Peleng berdiri untuk memahami selera musik generasi milenial di Buleleng.

“Konsepnya garasi. Tempat nongkrong Intragamebel sekaligus menjawab kebutuhan pemusik generasi milenial di Buleleng,” kata Ratayasa saat grand opening, Kamis (19/9) malam.

Menurutnya, selama ini bakat pemusik pemula di Buleleng terkesan terabaikan. Pemusik milenial terkadang hanya bisa tampil di event tertentu saja. Hadirnya Stel Peleng inilah bakal memberikan keleluasaan bagi generasi milenial di Buleleng untuk pentas mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki.

“Kedepan harapannya tak muluk-muluk. Stel Peleng Buleleng mampu melahirkan artis musik handal mengharumkan nama Buleleng di kancah lokal maupun nasional,” ungkapnya.

Lalu jenis musik apa boleh pentas di Stel Peleng Buleleng?

Ratayasa menjelaskan, melihat perkembanganan musik saat ini, pihaknya  lebih cenderung mengarah kepada genre musik pop.

“Prioritasnya musik pop dulu. Rasanya, itu (musik) paling mudah dicerna. Sepertinya anak zaman sekarang memang lebih menyukai musik pop. Ya, bisa dilihat dari layanan streaming. Musik dengan genre berbau pop lebih dominan disukai ketimbang rock dan punk,” tutupnya.

Saat grand opening Stel Peleng Buleleng, musisi dan penyanyi pop Bali Jun Bintang pentas membawakan beberapa lagunya sedang hit. Disamping itu, beberapa band lokal seperti Jem Tatto dan Kosong Satu band juga ikut memeriahkan acara tersebut.