Minggu, Oktober 25, 2020
Beranda Bali Jembrana Stigma Negatif dan Diskriminasi Kusta

Stigma Negatif dan Diskriminasi Kusta

NEGARA,balipuspanews.com-Penyakit kusta jaman dahulu memang menjadi momok menakutkan sehingga sering orang yang menderita harus diasingkan ke tempat yang jauh.

Namun saat ini obat kusta sudah ada dan pengeritanya bisa sembuh jika mau berobat dengan teratur.

” Penderita kusta akan sembuh jika minum obat secara teratur. Saat ini, obat kusta tersedia di seluruh puskesmas di Jembrana. Pasien juga tidak dipungut biaya atau gratis. Jadi masyarakat jangan khawatir. Kami mengajak seluruh warga menghapus stigma negatif serta diakriminasi terhadap penderita kusta beserta keluarganya,” ujar  Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit,  dr I Gusti Agung Putu Arisantha saat peringatan Hari Kusta Sedunia yang dilaksanakan di UPTD Puskesmas II Negara,  Desa Pengambengan,Jumat (31/1) yang dihadiri  PLT.

KadisK Jembrana dr. I Putu Suekantara, Camat Negara I Wayan Andy Anjasmara, serta Kepala Puskesmas  se-Jembrana.
Menurutnya sampai saat ini tercatat ada 18 orang penderita kusta di Jembrana dan semuanya sudah mendapat penanganan.

Kusta i tergolong penyakit menular menahun  disebabkan  kuman mycobacterium leprae. Proses penularan terjadi dalam waktu lama saat  kontak terus menerus penderita kusta yang tidak mendapat pengobatan dengan orang lain yang sehat.

” Peringatan ini sekaligus momentum bagi mereka yang pernah menderita Kusta mendapat perhatian seluruh masyarakat. Sesuai tema peringatan Hari Kusta Sedunia di Indonesia. Kusta dapat dicegah dan disembuhkan,” ungkapnya.

Pada peringatan tahun ini juga dilaksanakan gerakan” ayo temukan bercak” yang dilaksanakan seluruh puskesmas se- Jembrana. Tujuannya menemukan penderita kusta sedini mungkin sehingga  penanganan lebih cepat.Sebab, pihaknya tetap membutuhkan peran serta  dukungan masyarakat , agar penemuan penderita kusta dapat berjalan dengan baik dan lancar.(nm/bpn/tim)

- Advertisement -

Warga Temukan Orok di Parit Areal Jogging Track Sanur Kauh

SANUR, balipuspanews.com - Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of