SURABAYA, balipuspanews.com – Sekretariat Dewan Provinsi Bali bersama Forum Wartawan Dewan (Forward) menjalin sinergitas dengan Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur dengan studi tiru upaya perlindungan perempuan dan anak, Selasa (7/5/2024).
Rombongan dipimpin langsung Kepala Bagian Persidangan dan Fasilitas Fungsi DPRD Provinsi Bali I Gusti Agung Nyoman Alit Wikrama didampingi Kasubag Tata Kepegawaian, Humas, Protokol Sekretariat DPRD Bali I Kadek Putra.
Alit Wikrama mengungkapkan dipilihnya Provinsi Jawa Timur sebagai lokasi studi tiru karena Provinsi yang sebelumnya dipimpin oleh seorang perempuan banyak meraih penghargaan dan inovasi terkait perlindungan perempuan dan anak.
Ditambahkan, dalam hal substansi, DRPD Bali kini sedang konsen terhadap upaya perlindungan perempuan dan anak. Meski Ranperdanya sudah ketok palu, kini Ranperda terkait Pengarusutamaan Gender (PUG) sedang dalam tahap harmonisasi, diharapkan hasil studi tiru ini dapat menyempurnakan Ranperda ini.
”
Alasan kami memilih Provinsi Jawa Timur yaitu selain karena Gubernur sebelumnya perempuan, juga secara regulasi komplit, banyak inovasi, memiliki UPT perlindungan perempuan dan anak, perencanaan, program inovasi serta sistem penganggaran,” terangnya.
Sementara Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Anak dan Kependudukan Provinsi Jatim Diana Rimayanti mengungkapkan Provinsi Jatim telah sukses 13 kali meraih Anugerah Parahita Ekapraya dengan kategori 5 kali Mentor.
Disamping itu, dari 38 kabupaten/kota yang ada di Jatim ini telah sapu bersih semua kabupaten/kota menyandang predikat kota layak anak pada tahun 2023.
Diana menambahkan, terkait perlindungan perempuan dan anak Jatim memiliki delapan Layanan Unit Pelayanan Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) meliputi Perlindungan Masyarakat, Penjangkauan Korban, Mediasi, Penampungan Sementara, Pemberdayaan dan Pemenuhan Hak Anak.
“DP3AK Jatim juga memiliki bantuan spesifik untuk korban kekerasan perempuan dan anak serta selalaue memberikan edukasi dan literasi untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak,” imbuhnya.
Yang tidak kalah penting, lanjut Diana, kesuksesan DP3AK meraih penghargaan dan melahirkan inovasi tidak terlepas dari sinergitas dan kolaborasi semua pihak pemangku kepentingan. Dengan kolaborasi semua program pemerintah pusat disampaikan ke bawah (masyarakat) sehingga masyarakat tahu.
“Kami disini langsung turun ke masyarakat menyampaikan program-program agar masyarakat paham dan turut berkolaborasi menyukseskan bersama,” pungkasnya.
Penulis: Budiarta
Editor: Oka Suryawan



