Rabu, Oktober 21, 2020
Beranda Bali Denpasar Suastini Koster Ajak Berpikir Positif Hadapi Covid-19

Suastini Koster Ajak Berpikir Positif Hadapi Covid-19

DENPASAR, balipuspanews.com-

Ny Putri Koster mengajak masyarakat Bali untuk selalu berpikir positif menghadapi pandemi Covid-19 ini. Virus yang dikenal menyerang imun tubuh ini, menurutnya, memang rentan menjadi bahaya jika penderitanya sudah panik sehingga semua penyakit bawaannya kambuh dan imun tubuh menurun.

Demikian disampaikan Ketua Dekranasda Prov Bali Ny Putri Koster berkesempatan melakukan tapping wawancara dengan CEO Motivator Bali Learning Center (MBLC) Ketut Wiratama dalam acara ‘Mantra Hati dan Filsafat Bali’, yang bertempat di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, Sabtu (17/10).

Ia mengaku selama hampir dua minggu terkena virus tersebut dan memutuskan untuk karantina di BPK Pering, ia selalu berpikir positif dan mengajak masyarakat sesama penderita Covid-19 untuk fokus melakukan hal positif agar imun tubuh tetap terjaga.

“Selama masa karantina, saya sering mengajak masyarakat untuk berjemur, senam, ataupun meditasi. Agar terhindar dari stres karena terkena Covid-19,” ujarnya seraya mengatakan bahwa dirinya juga tidak segan mengetuk tiap kamar pasien untuk saling berbagi, misalnya minimal berbagi makanan.

Dalam hal itu, menurutnya, poin terpenting untuk menjaga imun adalah menghilangkan stigma bahwa penderita Covid-19 adalah aib. “Ini yang harus kita ubah di masyarakat. Kita terkena penyakit mirip flu yang gampang sekali menular. Dan kita butuh istirahat dan tenang agar penyakit ini juga cepat hilang,” tuturnya.

Apalagi, ia mengatakan, bisa dikatakan sebuah anugerah jika terkena penyakit itu dan mampu sembuh dengan antibodi kita sendiri.

“Setidaknya kita adalah pilihan. Kita sudah mempunyai antibodi alami sekarang, sehingga bisa dengan mudah melawan penyakit tersebut kelak,” imbuhnya.

Lebih jauh Ketua Dekranasda tersebut adalah pelestarian kain tradisional Bali, baik endek maupun songket. Ia mengaku kagum dengan terpilihnya endek Bali menjadi salah satu motif pakaian dalam koleksi terbaru rumah mode dunia Christian Dior. Namun, ia menambahkan apakah kagum tersebut cukup?

“Saya tidak mau kita hanya bisa kagum saja. Dior memilih tenun kita, lalu harus ada kompensasi dong untuk para perajin kita. Setidaknya dengan terpilihnya endek para perajin kita harus sejahtera,” tegasnya.

Hal itu pun sudah ia lakukan saat rapat terakhir dengan pihak rumah mode tersebut. Ia mengaku Dior harus memenuhi beberapa kriteria terlebih dahulu yang bersifat menguntungkan para perajin kita untuk menggunakan endek dalam koleksi mereka.

Hal lain yang ingin ia lakukan untuk kerajinan Bali juga tentang mengembalikan fungsi tenun Bali yang sakral ke fungsinya semula.

“Contohnya rangrang dari Nusa Penisa, itu kan diperuntukkan sebagai upacara, namun pernah booming sebentar tapi sekarang ditinggalkan lagi,” ujarnya.

Putri Koster menambahkan, tindakan mengeksploitasi songket rangrang telah menempatkan kain tersebut bukan di tempatnya, dan memudarkan kesakralan kainnya. Untuk itu, ia mengajak para perajin untuk tidak hanya mengejar target semata, namun narus kembali ke jati diri.

Menghasilkan karya yang berkualitas, karya yang sesuai dengan fungsi yang sesuai dengan Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Penulis/editor: Budiarta

- Advertisement -

Kakek Gantung Diri di Gubuk Ditemukan Oleh Cucunya

ABIANSEMAL, balipuspanews.com -Seorang cucu, Putu Darmiati, 23, tidak menyangka menemukan kakeknya, Ketut Sumerta, 65, tewas gantung diri di gubuk sawah di Pondok Subak Munduk...

Kasus Dugaan Pemerkosaan Pelajar, Diduga Terjadi di Lima Tempat Berbeda Oleh 10 Pelaku

BULELENG, balipuspanews.com - Penyelidikan terhadap kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur terus berlanjut. Kasus yang korbannya dibawah umur ini dari hasil penyelidikan sementara...
Member of